Tips Menghentikan Rengekan Bayi yang Efektif

Tips Menghentikan Rengekan Bayi yang Efektif

Berikut ini adalah Tips Menghentikan Rengekan Bayi yang Efektif yang diharapkan bisa berguna, dapat dipraktekkan, serta menambah informasi yang diperlukan mengenai hal tersebut.

Rengekan mungkin tidak selalu menginspirasi keibaan hati, tapi penting untuk diingat bahwa keluhan menangis ini adalah tanda bahwa bayi Anda memerlukan bantuan Anda untuk memenuhi kebutuhan atau keinginannya. 

Mengidentifikasi masalah yang dihadapi secara efisien dapat memungkinkan Anda untuk mengatasi penyebabnya dan menghentikan rengekan lebih cepat.

Selain itu, menunjukkan perhatian dan kasih sayang akan perkuat cinta tanpa syarat Anda. Berikut ini beberapa cara Anda dapat mengambil tindakan saat bayi Anda merengek:

1. Cari Tahu Alasan Bayi Anda Merengek

Apakah popoknya kotor, telah masuk waktu makan siang, apakah mereka melewatkan tidur siang, bosan di boks atau frustrasi dengan mainan, apa pun itu gunakanlah proses deduksi yang sederhana biasanya akan membantu Anda menemukan jawaban yang benar.

Jika Anda kesulitan menemukan sumber keluhan mereka, perhatikan dan pelajari saat mereka berinteraksi dengan lingkungan di sekitar mereka. Mungkin ada hal lain yang membuat mereka tidak nyaman.

2. Tetap Tenang

Merengek yang berlangsung sepanjang hari, dan terkadang memang begitu, bisa sangat menjengkelkan bagi orang tua. Jadi sebelum Anda lakukan apa pun, tenangkan diri dan tarik napas panjang. Tetap tenang adalah kunci untuk menunjukkan perilaku yang baik.

3. Cobalah Beberapa Taktik yang Menenangkan

Bergantung pada usia bayi Anda, Anda dapat mencoba beberapa aktivitas yang menenangkan untuk melegakan suasana hatinya.

Untuk bayi yang lebih kecil, bedung, goyang, menggunakan white noise, dan menawarkan dot dapat membantu menenangkan mereka.

Bayi dan balita yang lebih tua mungkin mendapat manfaat dari berjalan-jalan di luar atau perubahan situasional.

BACA JUGA:  Waktu Tidur Orangtua yang Baru Memiliki Anak

4. Tanggapi dan Gunakan Isyarat Verbal

Bayi biasanya mulai mengoceh sekitar usia 6 bulan. Mereka memiliki banyak hal untuk dikatakan, dan meskipun mungkin terdengar seperti ‘bahasa asing’ bagi Anda, sering kali ada emosi dan niat di balik jargon mereka yang sangat tidak koheren.

Bantu dorong perkembangan linguistik si kecil dengan berbicara melalui berbagai situasi dan menggunakan kosakata dasar dalam interaksi Anda sehari-hari.

Jika memungkinkan, tunjukkan pada bayi Anda benda yang nyata saat Anda mengucapkan kata atau frasa pendek yang sesuai. Membangun hubungan antara kata “bermain” dan mainan atau “kelaparan” dan botol akan membantu mengarahkan maksud Anda.

Angguk kepala Anda sambil berkata “ya”, dan gelengkan kepala saat Anda berkata “tidak”, untuk membuat pernyataan yang berarti ini. Sekitar usia 6 bulan, banyak bayi akan memahami kata-kata ini, jadi mulailah mengajukan pertanyaan “ya atau tidak”. Anda mungkin terkejut ketika, suatu hari, bayi Anda menjawab dengan tegas.

Bahasa isyarat bayi atau balita menyediakan alat komunikasi lain untuk Anda dan si kecil. Bayi Anda bisa mendapatkan keuntungan dengan melihat gerakan isyarat sederhana semenjak usia 6 bulan. 

Terlebih lagi, mereka sering kali mendapatkan kemampuan untuk melengkapi tanda fisik sebelum mereka dapat mengucapkan kata yang sebenarnya. Ini dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan mereka lebih cepat dan menghilangkan rengekan.

5. Tawarkan Empati

Anda tidak selalu bisa membuat bayi Anda bahagia. Ada banyak kesempatan ketika anak Anda harus puas dengan situasi yang mereka rasa kurang dari ideal.

Pembatas bayi dapat cegah mereka menjelajahi dengan bebas. Mereka mungkin marah karena harus duduk di kursi mobil selama perjalanan jauh. Dalam hal ini, akan ada rengekan dan itu tidak apa-apa.

BACA JUGA:  Tips Padu Padan Warna Busana Biar Tampil Stylish

Periksa untuk memastikan bayi Anda aman; selama mereka baik-baik saja secara fisik, sedikit rewel tidak masalah. Anda dapat berempati secara verbal dengan frustrasi mereka, tapi mereka akan belajar bahwa beberapa hal tidak dapat dinegosiasikan.

Scroll to Top