Fakta atau Mitos: Bubble Mask untuk Kecantikan

Fakta atau Mitos: Bubble Mask untuk Kecantikan

Berikut ini adalah Bubble Mask Benarkah Bermanfaat Atau Hanya Tren Kecantikan? yang diharapkan bisa berguna, dapat dipraktekkan, serta menambah informasi yang diperlukan mengenai hal tersebut.

Bubble mask adalah masker berkarbonasi yang terbuat dari air mengandung karbon, bubuk charcoal (arang hitam), dan tanah liat. Masker dari Korea Selatan ini jadi laku di pasaran Indonesia berkat sensasi masker yang menggemaskan, yakni menimbulkan busa gelembung.

Menurut dr. Angela J. Lamb, seorang spesialis kulit dari Westside Dermatology Faculty Practice di Icahn School of Medicine at Mount Sinai Hospital, bubble mask ini berbahan asli tanah liat. Tanah liat memang telah lama digunakan di dalam produk kecantikan untuk menyerap minyak dan menutup pori-pori di kulit sementara waktu. Hasilnya juga bisa membuat kulit Anda terasa lebih kencang dan halus.

Akan tapi, keunggulan dan manfaat bubble mask jika dibandingkan dengan produk masker wajah lainnya belum terbukti secara ilmiah dan belum ada uji klinisnya. Sejauh ini, baru ada ulasan-ulasan dari orang yang telah pernah menggunakannya. Selain itu, bagaimana efek masker ini juga tentu berbeda-beda pada setiap orang dengan berbagai jenis kulit.

Sama dengan pemakaian masker lainnya, pertama-tama Anda harus membersihkan wajah Anda terlebih dahulu. Setelahnya, keringkan dan oles masker dengan spatula kecil secukupnya. Ingat! Jangan oleskan masker terlalu dekat dengan lubang hidung atau mata. Pasalnya ketika masker mulai memunculkan efek bubble, busa tersebut bisa masuk mengenai mata atau terhirup ke dalam hidung.

Setelah digunakan di wajah, diamkan sampai busa muncul, kira-kira sekitar 5 sampai 10 menit. Lalu, bersihkan atau angkat sisa krim menggunakan spatula. Anda bisa langsung mencuci muka dengan air sampai bersih.

BACA JUGA:  3 Cara Mengatasi Jerawat di Muka dan Tubuh yang Efektif

Penggunaan masker ini sama penggunaan masker wajah lainnya, yaitu harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena kemungkinan akan ada efek samping tertentu. Pasalnya, setiap kulit punya reaksi yang berbeda terhadap produk kimia. 

Jika setelah memakai masker kulit wajah jadi kemerahan atau gatal, baiknya segera hentikan pemakaian tersebut. Nah, ada baiknya Anda lakukan uji coba pada masker sebelum digunakan. Caranya, oleskan sedikit masker pada punggung tangan, diamkan selama beberapa saat. Jika tidak ada gejala iritasi dan lainnya, Anda boleh mencobanya di kulit wajah.

 

Scroll to Top