apa-itu-acab

Apa Itu ACAB ? Definisi dan Penjelasannya

Apa Itu ACAB? Pada artikel kali ini Asaljeplak akan menjelaskan mengenai hal tersebut secara lengkap, mulai dari definisi, makna, dan berbagai hal yang terkait hal itu.

ACAB adalah akronim dari kalimat ” All Cops Are Bastards” (arti: Semua polisi itu buruk), yang merupakan suatu ideologi politis dan cenderung anarkis, yang mengasumsikan bahwa tidak ada satu pun polisi yang baik dan bisa dipercaya.

Terkadang ACAB juga umum disebut secara numerik menggunakan kode “1312” dengan mengambil urutan huruf pada alfabet (A = urutan ke-1, C = urutan ke-3, B = urutan ke-2).

Sejarah dan Latar Belakang ACAB

Ungkapan “All Cops Are Bastards” pertama kali muncul di Inggris pada tahun 1920-an, yang kemudian disingkat menjadi “ACAB” oleh para pekerja yang mogok pada tahun 1940-an.

Pada Abad 19, ketika dimunculkan pemerintah Inggris, tugas aparat kepolisian adalah menghadapi warga sipil lainnya. Khususnya untuk menggebuki dan memadamkan unjuk rasa yang digelar petani miskin Irlandia karena kelaparan. Polisi juga diperintahkan mendisiplinkan para pekerja di kota besar seperti London dan Liverpool yang kondisi pabriknya buruk atau menganggur lalu keleleran di jalan.

Karena dirasa lahir untuk menertibkan aspirasi progresif, kelas pekerja Inggris di masa itu akhirnya mencetuskan akronim “all coppers are bastards”. Ketika konsep polisi menyebar ke negeri Eropa lain (dan jajahan mereka), kritik ACAB ikut diadopsi. Penduduk Prancis menerjemahkan ACAB menjadi “Tout le monde dĂ©teste la police”, yang secara harfiah artinya “semua orang benci polisi.”

Selama tahun 1980-an, ACAB menjadi simbol anti- kemapanan , terutama dalam subkultur punk dan skinhead. Istilah Ini dipopulerkan khususnya oleh lagu 1982 “ACAB” oleh Oi! band The 4-Skins. Di tahun-tahun berikutnya, ACAB berubah menjadi slogan populer di kalangan hooligan dan ultras sepak bola Eropa, dan di antara gerakan anarkis dan anti-otoriter di seluruh dunia.

Ketika polisi makin ketat mengamankan pertandingan sepakbola, suporter Inggris ikut mengadopsi istilah ACAB. Penggunanya rata-rata hooligan yang juga berafiliasi dengan gerakan skinhead, populer pada dasawarsa 70’an.

Suporter di negara lain turut mengadopsi kebencian terhadap polisi tersebut, seperti dicatat penulis sepakbola James Montague di buku 1312 (kode numerik untuk ACAB). Nyaris semua ultras membenci polisi. Suporter Persija Jakarta yang tewas karena kekerasan polisi pada 2016, pernah menuliskan catatan “ACAB” di bukku hariannya. Meski begitu, dari temuan Montague, di internal Jakmania sendiri ada ketidaksetujuan mempopulerkan ACAB karena dianggap “terlalu Eropa.”

Setelah pembunuhan George Floyd pada bulan Mei tahun 2020 oleh petugas polisi Derek Chauvin , penggunaan istilah ACAB menjadi lebih sering digunakan oleh mereka yang menentang polisi. Ketika protes massal dilakukan sebagai tanggapan atas kematian Floyd dan diskusi tentang kekerasan polisi yang bermotif rasial menyebar ke seluruh Amerika Serikat, ACAB lebih sering dirujuk di media sosial dan produk-produk dengan akronim menjadi tersedia.

Kritik terhadap ACAB

Kebanyakan kritik terhadap istilah ini berpendapat bahwa sifat linguistik dari istilah ini secara inheren menyerang petugas polisi sebagai individu dan percaya bahwa ada istilah lain yang bisa digunakan untuk mendukung reformasi kepolisian, karena tidak semua polisi berperilaku buruk.

Kritik tersebut ditentang oleh para pendukung ACAB dikarenakan maksud dan tujuan dari istilah tersebut ditujukan kepada lembaga kepolisian itu sendiri dan bukannya kepada individu.

Demikianlah penjelasan kami mengenai apa itu ACAB yang diharapkan bisa membuat kamu semakin mengerti dan memahami tentang hal tersebut.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak ditujukan untuk menggiring opini publik terhadap suatu institusi atau organisasi tertentu.

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top