Site icon Asaljeplak.my.id

Jangan Merasa Marah, Sedih, atau Bahkan Senang! Kenapa?

Jangan Merasa Marah, Sedih, atau Bahkan Senang! Kenapa?

Jangan Merasa Marah, Sedih, atau Bahkan Senang! Kenapa?

Berikut ini adalah Jangan Merasa Marah, Sedih, atau Bahkan Senang! Kenapa? yang diharapkan bisa berguna, dapat dipraktekkan, serta menambah informasi yang diperlukan mengenai hal tersebut.

Perasaan adalah respons seseorang secara emosional dan fisik terhadap apa yang dipikirkan dan bagaimana Anda bereaksi terhadap peristiwa sehari-hari. Perasaan yang dirasakan adalah adalah hal yang alami, dan terkadang susah untuk dikontrol, dan tidak bisa dihentikan. 

Setiap individu adalah orang yang berbeda; nilai yang ditanam, pengajaran, dan pengalaman hidup, sehingga dalam menghadapi masalah, setiap orang akan merespons perasaan yang dirasakan dengan berbagai cara, kadang-kadang secara positif dan kadang-kadang negatif. 

Dengan bertindak secara bertanggung jawab terhadap perasaan, baik dalam kata-kata maupun tindakan, Anda dapat belajar untuk menghargai diri sendiri dan orang lain. Sulit untuk bertindak secara bertanggung jawab ketika tindakan yang dilakukan adalah adalah manifestasi dari perasaan. 

Menyatakan perasaan adalah adalah masalah normal yang pasti dirasakan oleh setiap individu. Sehingga penting untuk mengenal perasaan Anda sendiri, sehingga Anda dapat mencari tahu cara mengontrolnya. Untuk beberapa perasaan memang sulit untuk dikontrol, Meskipun begitu tidak ada yang salah dengan hal tersebut.

Mengenal perasaan memang harus diajarkan semenjak kecil, dimana Anda sebagai orangtua harus mengajarkan nama-nama perasaan pada anak Anda semenjak pertama ia mulai bisa merasakan sesuatu. Ingat, terlepas dari apa pun gendernya, semua orang berhak untuk memiliki dan mengenal perasaan yang dirasakannya.

Walau begitu, seringkali mitos dan pernyataan yang ada di masyarakat banyak mempersulit pengenalan perasaan. Berikut mitos yang biasanya ada:

1. Perasaan Merupakan Hal Banci

Ini biasanya banyak diucapkan untuk anak laki-laki. Mengakui bahwa perasaan itu nyata dan alami bagi semua orang adalah penting. Sebagian dari Anda mungkin tidak pernah mengakui bahwa emosi atau perasaan adalah bagian dari kehidupan. Mungkin sulit bagi sebagian dari Anda untuk membicarakan perasaan Anda. Langkah penting dalam membangun kesadaran diri dan hubungan dengan orang lain adalah belajar tentang perasaan pribadi. Kebanyakan orang belajar menerima perasaan, baik dan buruk.

2. Perasaan Tidak Penting

Inilah yang banyak terjadi; dimana perasaan jadi tidak valid, bahwa merasa itu salah, jadi tidak ada yang harus membicarakannya. Penyangkalan perasaan dapat merusak hubungan dan dapat membangun emosi sampai pada titik erupsi perilaku negatif, seperti ketika orang yang marah menyentuh meja. Berpikir bahwa Anda tidak dapat berbicara dengan orang yang Anda hargai tentang perasaan Anda dapat menyebabkan menutup diri secara emosional. Membicarakan perasaan pribadi dengan teman dan keluarga dapat membantu.

Alih-alih menyangkal perasaan, ungkapkan perasaan dengan kata-kata. Perasaan memberi tahu kita sesuatu tentang diri kita sendiri, seperti bagan informasi. Kembangkan daftar ‘kata-kata perasaan’ dan pasang di dinding atau bagian belakang pintu. Setiap kali Anda atau seseorang dalam keluarga Anda merasakan sesuatu dengan cara tertentu, tuliskan atau gambarkan wajah yang paling menggambarkan perasaan yang dirasakan saat itu. 

Kegiatan-kegiatan ini dapat mendorong komunikasi terbuka perasaan dan rasa hormat antar sesama anggota keluarga.

Exit mobile version