apa-itu-quarter-life-crisis

Apa itu Quarter Life Crisis ? Definisi dan Penjelasannya

Apa itu Quarter Life Crisis? Pada artikel kali ini Asaljeplak akan menjelaskan mengenai hal tersebut secara lengkap, mulai dari definisi, makna, dan berbagai hal yang terkait hal itu.

Mungkin kamu baru saja membaca atau mendengar istilah Quarter Life Crisis dan tertarik ingin mengetahui apa yang dimaksud dengan hal tersebut. Karenanya, Asaljeplak akan mencoba menjelaskan secara rinci mengenai Quarter Life Crisis supaya kamu bisa lebih memahaminya.

Definisi Quarter Life Crisis

Quarter Life Crisis adalah periode stress, gundah, dan ketidakpastian saat akan memasuki suatu tahapan baru dalam kehidupan, yang umumnya dialami oleh mereka yang berusia seperempat abad (sekitar usia 20an sampai 30an).

Quarter sendiri berarti “seperempat”, dan karena rata-rata umur yang digunakan maksimal adalah 100 tahun, maka digunakanlah istilah seperempat tersebut, karena mengacu pada periode umur seperempat dari 100 tahun, yaitu sekitar 25 tahun.

Jadi secara harfiah, Quarter Life Crisis bisa diartikan “Krisis saat Hidup seseorang mencapai Seperempat abad”.

Ini sejenis dengan apa yang disebut dengan “Midlife Crisis”, yang umum dialami mereka yang berusia antara 40-50an tahun, dan juga sama-sama terkait dengan memasuki tahapan baru dalam kehidupan, meskipun faktor penyebabnya berbeda.

Penyebab Quarter Life Crisis

Beberapa penyebab Quarter Life Crisis sangat tergantung dari kondisi pekerjaan, finansial, dan lingkungan dari seseorang, sehingga tidak dibilang suatu faktor pasti akan dialami semua orang yang berada di rentang umur 20an-30an tersebut.

Beberapa penyebab Quarter Life Crisis antara lain adalah:

  • Kesulitan dalam mencari pekerjaan yang sesuai,
  • Kesulitan dalam merencanakan karir,
  • Kesulitan dalam menjalani hubungan,
  • Kesulitan dalam membuat keputusan, baik dalam tingkatan pribadi maupun profesional.
BACA JUGA:  Apa itu Google Form ? Definisi dan Penjelasannya

Tahapan Quarter Life Crisis

Apabila ingin diambil kasus yang terjadi secara umum, beberapa tahapan dari Quarter Life Crisis biasanya adalah sebagai berikut:

  1. Merasa terjebak:  Entah itu pekerjaan, finansial, pertemanan, atau hubungan dengan pasangan, kamu mungkin merasa terjebak atau tidak yakin tentang pilihan yang telah kamu buat.
  2. Perpisahan:  Banyak dari mereka yang mengalami Quarter Life Crisis meninggalkan pekerjaan, kelompok sosial, atau pasangan romantis mereka, yang membuat mereka melewati masa perpisahan dan kesepian.
  3. Refleksi:  Tahap selanjutnya adalah waktu refleksi, kalibrasi ulang, dan pencarian jiwa ketika mereka mencoba menemukan apa yang sebenarnya mereka inginkan.
  4. Pemahaman:  Menjelang akhir krisis, kebanyakan orang muncul dengan pemahaman yang lebih baik, motivasi yang lebih besar, dan pandangan yang lebih positif untuk masa depan mereka.

Quarter-Life Crisis vs. Midlife Crisis

Midlife Crisis lebih banyak dikenal dan diakui dialami oleh mereka yang memasuki rentang usian 40an hingga 50an, namun bukan berarti Quarter Life Crisis lebih jarang terjadi.

Terutama di jaman sekarang, di mana tekanan sosial menjadi lebih tinggi (yang kemungkinan juga disebabkan oleh meluasnya penggunaan media sosial), banyak dari mereka yang masih berusia 20-an sampai 30an, mengalami krisis ini di dalam hidup mereka.

Sudah menjadi budaya, mereka yang lebih senior memandang mereka yang lebih muda seharusnya hidup lebih santai, bebas tekanan, dan bebas berekspresi, sehingga Quarter Life Crisis cenderung dipandang sebelah mata.

Asaljeplak sendiri sxaat artikel ini ditulis sudah memasuki akhir dari kepala tiga, dan paham betul mengenai pola pikir mereka yang berusia 40an hingga 50an dalam memandang anak muda, terutama yang masih di rentang 20an tahun.

Tetapi Asaljeplak juga paham kesulitan apa saja yang dialami anak muda jaman sekarang, karena memang Asaljeplak berasal dari generasi yang cenderung transisional, belum mid life namun sudah lewat dari quarter life, dan secara pribadi juga pernah mengalami Quarter Life Crisis.

BACA JUGA:  Apa itu Bahan Polyester ?

Dengan persaingan lebih ketat, kesempatan menjadi sukses secara finansial yang lebih terbuka namun penuh kompetisi, budaya pansos yang merajalela, pengaruh dari media sosial yang besar di kehidupan sehari-hari, dan dunia yang sudah berbeda jauh dibandingkan sewaktu Asaljeplak masih kepala dua awal.

Gejala Quarter Life Crisis

Quarter Life Crisis jauh lebih umum dibandingkan yang disadari kebanyakan orang. Berikut adalah beberapa tanda bahwa kamu mungkin mengalami fase krisis ini:

  • Kamu kekurangan arah dalam karier, hubungan, atau tujuan hidupmu secara keseluruhan.
  • Kamu mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan.
  • Kamu berjuang untuk mencari tahu apa yang hilang dalam hidup.
  • Kamu kurang motivasi.
  • Kamu sering mengalami kelelahan, stres, kecemasan atau depresi.
  • Kamu merasakan ketegangan antara mengejar impian dan bertahan.
  • Kamu khawatir rekan-rekanmu jauh lebih sukses.
  • Kamu takut tertinggal.

Tips Melalui Quarter Life Crisis

Jika kamu mengalami salah satu tanda di atas, tenang, kamu tidak sendirian. Meskipun tidak ada solusi yang mudah, berikut adalah beberapa cara untuk meringankan beban saat krisis ini terjadi pada fase hdupmu sekarang:

  • Dapatkan kekuatan melalui solidaritas dengan cara berbicara kepada teman-teman tentang pengalaman yang kamu alami.
  • Ingatkan diri sendiri bahwa perasaan yang kamu rasakan itu adalah normal.
  • Salurkan rasa frustrasi ke hal lain, seperti mempelajari keterampilan baru, mengejar hobi, atau bekerja sampingan.
  • Jangan mau terjebak dalam gelar yang kamu peroleh, dan jangan ragu untuk mengejar sesuatu yang lain dan berbeda.

Kesimpulan

Demikian penjelasan Asaljeplak mengenai apa itu Quarter Life Crisis yang diharapkan bisa membuat kamu semakin mengerti dan memahami mengenai hal tersebut.

Click to rate this post!
[Total: Average: ]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top