Waspada! IHSG Mungkin Terkena Aksi Profit Taking Hari Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar keuangan Indonesia kembali ditutup menguat pada perdagangan Selasa (10/11/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar rupiah, dan harga obligasi pemerintah sama-sama menguat akibat sentimen dari vaksin Pfizer yang dianggap ampuh menangkal virus corona (Covid-19) hingga 90%.

Kemarin, IHSG kembali menguat hampir 2% atau lebih tepatnya 1.99% di level 5.462,74. Penguatan IHSG kembali terangkat dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

Mayoritas bursa Asia masih menguat pada perdagangan kemarin, di mana penguatan terbesar dicetak oleh indeks PSE Composite Filipina yang menguat lebih dari 5% atau lebih tepatnya 5,23%.

Namun, beberapa indeks Asia mengalami pelemahan, di mana indeks yang melemah terbesar ada di indeks Shanghai Composite China yang melemah 0,4%.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat kemarin. Namun, penguatannya cenderung tipis, yakni 0,07% ke level 14.040.

Sedangkan mata uang Asia mayoritas mengalami pelemahan terhadap dolar AS, di mana pelemahan yang terbesar ada di ringgit Malaysia yang melemah 0,29%.

Kemudian harga obligasi pemerintah atau surat berharga negara (SBN) pada perdagangan mayoritas ditutup menguat, ditandai dengan imbal hasil (yield) di hampir semua obligasi pemerintah yang melemah.

Pasar keuangan domestik yang kembali menguat dikarenakan pelaku pasar merespons positif terkait kabar dari suksesnya uji klinis tahap akhir vaksin corona (Covid-19) besutan Pfizer.Inc. dan BioNTech SE., dimana vaksin berkode mRNA tersebut diklaim ampuh hingga 90% tanpa efek samping yang berbahaya.

Chairman & CEO Pfizer, Albert Bourla mengatakan perkembangan terakhir tersebut menjadi hari yang indah bagi ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Efikasi final dari vaksin tersebut dikatakan aman.

“Hasil pertama dari uji klinis fase tiga uji vaksin mengindikasikan kemampuan vaksin kami untuk mencegah Covid-19,” ujar Bourla dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir CNBC International, Senin (10/11/2020),

“Dengan berita hari ini kami sudah makin dekat untuk menyediakan vaksin kepada masyarakat di seluruh dunia, dan diharapkan bisa membantu mengakhiri krisis kesehatan dunia,” ungkap Bourla.

Kedua perusahaan tersebut berencana untuk mengajukan penggunaan darurat vaksin kepada Food and Drug Administration (FDA) AS pada pekan ketiga November 2020.

Kabar tersebut memunculkan harapan hidup akan segera kembali normal, roda bisnis perlahan kembali berputar, dan perekonomian segera bangkit. Alhasil, aset-aset berisiko seperti SBN kembali menguat.

Jadi seiring masih kuatnya sentimen dari kemenangan Biden-Harris, ditambah kabar baik dari vaksin besutan Pfizer dan BioNTech, membuat pasar keuangan kembali mencatatkan kinerja positifnya, walaupun penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar cenderung tipis.

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Defisit 37 Poin dari Joan Mir, Alex Rins Siap All Out di 2 Seri Pamungkas

Read Next

“Perempuan Tanah Jahanam” jadi wakil Indonesia di Oscar 2021

Tinggalkan Balasan