Wall Street Dibuka Hijau, Siap Mencetak Rekor Tertinggi Baru

Asaljeplak.my.id –Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (10/2/2021), membuka peluang reli lanjutan Wall Street di tengah antisipasi pemodal atas pengesahan stimulus era pandemi.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 109,4 poin (+0,35%) pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan 20 menit kemudian menjadi 99,5 poin (+0,32%) ke 31.475,31. S&P 500 bertambah 15,4 poin (+0,39%) ke 3.926,67 dan Nasdaq naik 80,8 poin (+0,58%) ke 14.088,51.

Saham Coca-Cola naik lebih 1% di pembukaan setelah perseroan merilis kinerja kuartal IV-2020 yang melampaui estimasi pelaku pasar. Twitter melesat 13,6% setelah merilis kinerja yang lebih baik dari ekspektasi pasar.

Emiten lain yakni Twitter, Lyft, Cisco Systems, dan Mattel juga mencetak kinerja impresif. Bahkan, Lyft melaporkan adanya sinyal pemulihan dari pandemi Covid-19. Rilis neraca memacu Wall Street mencetak kinerja kuat sepanjang Februari dengan reli S&P 500 lebih dari 5%.

Pada Selasa, indeks Dow Jones dan S&P 500 sedikit melemah, menghentikan reli beruntun 6 hari. Nasdaq menguat 0,1% dan mencetak rekor baru (14.007,7), demikian juga indeks saham gurem Russell 2000 yang menguat 0,4% ke level tertinggi baru.

Dalam hitungan minggu berjalan, indeks saham berkapitalisasi pasar kecil itu mencetak reli mingguan nyaris sebesar 11%. Investor memburu saham kecil karena dinilai bakal mendapatkan berkah ketika ekonomi pulih dari pandemi.

Investors juga terus memantau proses pengesaham paket stimulus Covid-19. Partai Demokrat di DPR menguak detil proposal tersebut yang akan meliputi bantuan langsung tunai (BLT) senilai US$ 1.400 per kepala.

Investor juga mencermati proses pemakzulan (impeachment) terhadap mantan Presiden AS Donald Trump. Sidang pemakzulan tersebut dimulai kemarin dan berkutat pada pembahasan mengenai apakah sidangnya itu konstitusional.

READ  Wall Street DIbuka Menguat Sambut Prospek Negosiasi Stimulus

“Virus terus bermutasi, vaksinasi lebih lama dari ekspektasi dan, akibatnya, mencapai kekebalan kelompok [herd immunity] sepertinya akan lebih lama,” tutur Chris Zaccarelli, Kepala Investasi Independent Advisor Alliance, sebagaimana dikutip CNBC International.

Di sisi lain, lanjut dia, ada harapan bahwa stimulus fiskal yang masif dan sikap akomodatif bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang ekstrem akan menjaga reli bursa saham. Ketua The Fed Jerome Powell akan berpidato di acara Economic Club yang berlangsung di New York pukul 02:00 dini hari nanti (WIB).

Reli terjadi di tengah data inflasi yang kian jinak, yakni sebesar 0,3% secara bulanan alias sejalan dengan konsensus Dow Jones. Inflasi inti yang diperkirakan naik 0,1% terbukti stagnan yang bakal membantu daya beli masyarakat AS.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Gabung Tim Pabrikan Ducati, Ini Harapan Francesco Bagnaia di MotoGP 2021

Read Next

Kabar duka, Yuri OM PMR meninggal dunia

Tinggalkan Balasan