Vaksinnya 90% Ampuh, Saham Pfizer & BioNTech Meroket Parah!

Jakarta, CNBC Indonesia – Nama perusahaan farmasi asal New York City, AS, Pfizer Inc yang tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) mendadak jadi trending media lantaran vaksin buatannya, BNT162b2, hasil kolaborasi dengan perusahaan Jerman, BioNTech SE, 90% berhasil melawan virus corona.

Sontak kabar ini membuat harga sahamnya melonjak pada penutupan perdagangan di Wall Street, Senin waktu AS atau Selasa pagi (10/11/2020) waktu Indonesia.

Saham Pfizer dengan kode perdagangan PFE melesat 7,69% di level US$ 39,20/saham atau Rp 545.000/saham kurs Rp 14.000/US$), dengan kenaikan year to date hanya 0,05%.

Setahun terakhir saham Pfizer naik 5,80% dengan kapitalisasi pasar US$ 217,9 miliar atau Rp 3.050 triliun.

Situs perusahaan mencatat, Pfizer adalah perusahaan farmasi multinasional Amerika, salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia dan berada di peringkat 57 dalam daftar Fortune 500 tahun 2018 dari perusahaan terbesar AS berdasarkan pendapatan total.

Di Indonesia, Pfizer didirikan pada 1969, dan menjalankan operasional pabrik dan pemasaran sejak 1971. Dimulai dengan hanya 11 pegawai, sekarang setelah penyatuan dengan beberapa perusahaan, jumlah pegawai mencapai hampir 600 orang sebagaimana disebut dalam siaran pers PT Pfizer Indonesia.

Di sisi lain, saham Biopharmaceutical New Technologies (BioNTech) atau emiten farmasi dengan kode BNTX bahkan meroket 13,91% di level US$ 104,80/saham dan year to date sahamnya meroket 209,33% dengan kapitalisasi pasar US$ 25,05 miliar atau setara 

Saham Pfizer melesat 7,69% di level US4 39,20, dengan kenaikan year to date hanya 0,05% dan 1 tahun 5,80%. Kapitalisai pasar mencapai US$ 217,9 miliar atau Rp 351 triliun.

BioNTech SE adalah perusahaan bioteknologi Jerman yang didedikasikan untuk pengembangan dan pembuatan imunoterapi aktif dengan pendekatan khusus pasien dalam pengobatan penyakit serius.

BioNTech juga menjalin hubungan yang luas dengan beragam kolaborator farmasi global, termasuk Eli Lilly and Company, Genmab, Sanofi, Bayer Animal Health, Genentech, bagian dari Roche Group, Genevant, Fosun Pharma, dan Pfizer.

Pada 8 November lalu, Pfizer dan BNTX mengumumkan kandidat vaksin berbasis mRNA mereka yakni BNT162b2, untuk melawan virus SARS-CoV-2 telah menunjukkan bukti keampuhan terhadap Covid-19 pada peserta uji coba tanpa efek samping.

Hal ini berdasarkan analisis khasiat sementara pertama yang dilakukan pada 8 November 2020 oleh Komite Pemantau Data (DMC) eksternal dan independen dari studi klinis Tahap 3.

“Hari ini adalah hari yang luar biasa bagi sains dan kemanusiaan. Rangkaian hasil pertama dari uji coba vaksin Covid-19 Tahap 3 kami memberikan bukti awal kemampuan vaksin kami untuk mencegah Covid-19,” kata Dr. Albert Bourla, Chairman dan CEO Pfizer, dalam siaran pers, dikutip CNBC Indonesia, Selasa (10/11).

“Kami mencapai tonggak penting dalam program pengembangan vaksin kami pada saat dunia paling membutuhkannya dengan tingkat infeksi yang membuat rekor baru, rumah sakit yang hampir kelebihan kapasitas dan ekonomi yang tengah berjuang untuk pulih,” tegasnya.

Dia menjelaskan, dengan berita hari ini, pihaknya selangkah lebih dekat dalam memberikan terobosan yang sangat dibutuhkan kepada masyarakat dunia untuk membantu mengakhiri krisis kesehatan global ini.

“Kami berharap dapat berbagi data kemanjuran dan keamanan tambahan yang dihasilkan dari ribuan peserta dalam beberapa minggu mendatang,” katanya.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Roger Federer Disalip Daniil Medvedev, Berikut Peringkat Terbaru ATP

Read Next

Kim Seon Ho akan membintangi drama “Link” sebagai tokoh utama

Tinggalkan Balasan