Top! SBN Diborong, RI Kebanjiran Dana Investor Asing

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar keuangan dalam negeri kompak ditutup dengan kinerja yang positif. Saham, obligasi hingga rupiah semuanya mengalami penguatan. Investor asing pun tercatat melakukan aksi beli bersih di pasar keuangan dalam negeri. 

Bank Indonesia (BI) mencatat nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto di pasar SBN sebesar Rp 5,45 triliun sepanjang 24-27 Mei 2021. Adanya inflow selain membuat harga SBN naik juga turut mendongkrak nilai tukar rupiah. 

Dalam sepekan harga SBN RI tenor 10 tahun mengalami apresiasi yang tercermin dari penurunan imbal hasil (yield). Minggu lalu yield untuk tenor acuan ini berada di 6,52%. Pada akhir pekan minggu ini yield turun 9 basis poin (bps) menjadi 6,43%. 

Jika dibandingkan dengan aset safe haven yaitu obligasi pemerintah Paman Sam, imbal hasil SBN RI jauh lebih menarik. Pertama menggunakan indikator current yield imbal hasil US Treasury 10 tahun masih di kisaran 1,6% sementara SBN untuk tenor sama di kisaran 6,5%. Artinya ada selisih (spread) kurang lebih 490 basis poin (bps).

Kemudian jika dilihat dari sisi imbal hasil riil. Tingkat inflasi Indonesia yang masih di bawah 2% membuat imbal hasil riil SBN tenor 10 tahun masih di angka 5%. Sementara di AS dengan kenaikan inflasi mencapai 4,2% maka yield riilnya negatif. 

Apabila dibandingkan dengan negara emerging market lain yang memiliki rating BBB oleh Fitch, imbal hasil yang ditawarkan dari berinvestasi di SBN RI masih yang tergolong tinggi dengan risiko yang cenderung relatif lebih rendah tercermin dari premi risiko (credit default swap/CDS).

BI mencatat premi CDS Indonesia 5 tahun turun ke level 75,81 bps per 27 Mei 2021 dari 77,69 bps per 21 Mei 2021. Dengan imbal hasil yang lebih tinggi tetapi CDS lebih rendah dari Rusia, Mexico dan Brazil pantas saja aset SBN RI diburu oleh asing. 

READ  Treasure Hiding luncurkan video lirik lagu "Menjauh"

Minggu ini BI juga memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di 3,5% yang merupakan level terendahnya sejak Indonesia merdeka. Keputusan BI dengan mempertahankan suku bunga acuan adalah untuk menjaga stabilitas nilai tukar. 

Stabilitas nilai tukar merupakan faktor penting yang dipertimbangkan investor asing ketika akan berinvestasi di suatu negara. Apabila volatilitas nilai tukarnya tajam dan cenderung terdepresiasi maka ini menjadi risiko yang harus ditanggung oleh investor itu sendiri. 

Sehingga stabilitas nilai tukar berperan menjaga confidence investor terutama asing untuk berinvestasi. Dengan penguatan rupiah, imbal hasil yang menarik tetapi risikonya relatif rendah dibandingkan negara emerging market, layak jika SBN menjadi buruan. 

[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Semifinal IBL 2021: Satria Muda Atasi West Bandits dI Gim Pertama

Read Next

Dian dobrak stereotip perempuan di industri energi dan petrokimia

Tinggalkan Balasan