Tingkatkan kapasitas, Pertamina latih kader posyandu di Papua Barat

Program pemberdayaan masyarakat tersebut adalah Program Sehati (Sehat Ibu dan Anak) di mana posyandu dan kadernya dilatih agar mampu melakukan pelayanan dengan maksimalSorong, Papua Barat ((AJ)) – Pertamina Refinery Unit (RU) VII Kasim di Provinsi Papua Barat berupaya meningkatkan kapasitas kader posyandu di Distrik Seget, Kabupaten Sorong dengan penyuluhan dan pelatihan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)

Unit Manager Comrel dan CSR Pertamina RU VII Kasim Dodi Yapsenang di Sorong, Senin, mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan dan pelatihan itu guna peningkatan kapasitas kader posyandu kampung-kampung area perusahaan yang berlangsung dalam pekan ini.

Kegiatan itu merupakan program CSR Pertamina RU VII tahun 2020 yang dilakukan bekerja sama dengan  Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong dan Wahana Visi Indonesia.

Dia mengatakan program pemberdayaan masyarakat tersebut adalah Program Sehati (Sehat Ibu dan Anak) di mana posyandu dan kadernya dilatih agar mampu melakukan pelayanan dengan maksimal.

Menurut dia, program berbasis masyarakat tersebut sudah teruji dalam meningkatkan derajat kesehatan balita dan Ibu hamil.

Program ini merupakan salah satu upaya mendorong program pemerintah guna mencegah dan menghentikan “stunting” pada balita dan ibu hamil.

Pihaknya bersama mitra kerja melihat pentingnya kader posyandu sebagai mitra tenaga kesehatan di setiap kampung, di mana untuk Disrtik Seget adalah daerah ring satu perusahaan untuk menjalankan program tersebut.

Karena itu, lanjut dia, guna meningkatkan kemampuan para kader posyandu dalam kerja sama itu dilaksanakan pelatihan, terutama tentang manajemen posyandu.

“Tahap awal dalam pekan ini kami lakukan di empat kampung di wilayah ring satu Pertamina RU VII dan akan terus berlanjut,” katanya.

Program pelatihan untuk kader posyandu ini merupakan salah satu dari sembilan program ComRel dan CSR RU VII di tahun 2020 yang harus diselesaikan.

Pada tahun 2020 pihaknya bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia dan Dinkes untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat.

“Harapan kami pelatih dapat meningkatkan kapasitas kader-kader posyandu sehingga bisa berkontribusi menurunkan angka stunting di kampung-kampung di Distrik Seget,” demikian Dodi Yapsenang.


Sumber : (1):

admin

Read Previous

Bayern Munchen dipastikan kehilangan Kimmich hingga Januari 2021

Read Next

Video Masturbasi Viral, Artem Dzyuba Dicoret dari Timnas Rusia

Tinggalkan Balasan