• September 20, 2020

Tiga Ekor Paus Bungkuk Tersesat Masuk ke Sungai Penuh Buaya

Asaljeplak.my.id –Seekor paus bungkuk dilaporkan tersesat ke sebuah sungai yang dipenuhi buaya di wilayah Australia utara hingga 30 kilometer dan kini pihak berwenang tengah memandunya untuk kembali ke laut.

Para ahli meyakini, paus-paus itu melakukan migrasi laut tahunan ketika beberapa dari satwa mamalia tersebut “salah belok”.

Dua paus kemudian bisa berenang keluar dari sungai, namun satu dari mereka masih berada di sana.

Ini merupakan pertama kalinya seekor paus terlihat di sungai yang penuh buaya di Australia.

Mengingat perkiraan panjangnya yang mencapai 16 meter, paus bungkuk dianggap tidak mungkin diganggu oleh buaya-buaya itu.

Namun seorang pejabat pada hari Senin (14/09) mengatakan, risiko bisa meningkat jika paus itu terdampar di perairan dangkal.

Apa yang tengah terjadi?

Paus-paus ini terlihat pekan lalu di East Alligator River oleh orang-orang yang berperahu di Taman Nasional Kakadu – taman nasional terbesar di Australia dan terdaftar sebagai situs Warisan Dunia.

Pemandangan hewan yang berenang di sepanjang kelokan sungai yang berlumpur – jauh dari perairan terbuka – membuat penduduk setempat takjub.

“Ini adalah sesuatu yang belum pernah tercatat sebelumnya – tidak hanya di wilayah utara – namun (di) Australia. Ini benar-benar tidak biasa,” kata Carole Palmer, seorang ilmuwan ekosistem laut untuk pemerintah wilayah itu.

Sulit untuk menentukan apakah lebih dari satu paus membutuhkan bantuan karena “air sungai cokelat keruh”, tambahnya.

READ  Pemain Sudah Lengkap, NSH Jakarta Siap Tempur Dilanjutan IBL 2020

Bagaimana paus-paus itu bisa sampai di sana?

Palmer mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation bahwa para ahli tidak yakin “mengapa paus ini salah belok” ke lepas pantai utara negara itu.

Diperkirakan mereka menuju selatan ke Antartika, namun keliru memasuki muara yang membawa mereka lebih jauh ke hulu sungai.

Paus-paus bermigrasi ke perairan yang lebih hangat di lepas pantai Australia selama musim semi untuk melahirkan sebelum kembali ke Antartika untuk mencari makan.

Apakah di sana berbahaya?

Meski sungai itu dipenuhi buaya air asin, para ilmuwan berharap di sana tidak terjadi pertarungan.

Namun jika paus terperangkap di perairan dangkal dan terdampar di tepi sungai “mereka menjadi santapan mudah,” kata Palmer kepada ABC.

“Tidak mungkin kita bisa mengangkat paus bungkuk sepanjang 12-16 meter dari gundukan pasir dan berpotensi membuat buaya-buaya itu keluar.”

Apa saja yang dilakukan pihak berwenang untuk membantu?

Untuk memandunya menuju laut, sejumlah perahu dilarang berlayar di sepanjang sungai.

Diharapkan paus tersebut akan pergi dengan sendirinya, tetapi paus itu tetap berada di sekitar bagian sungai yang paling dalam – sekitar 20 kilometer dari laut.

Palmer mengatakan pihak berwenang tengah mempertimbangkan beberapa cara untuk menariknya keluar, seperti memanfaatkan “suara bising” dari perahu-perahu yang berlayar di sekitar sungai atau rekaman suara paus bungkuk.

“Ini memang cukup rumit, namun semua orang benar-benar berupaya untuk memindahkannya dengan cara yang positif,” katanya.

admin

Read Previous

Wapres dorong santri tingkatkan “second track diplomacy”

Read Next

Dua Tukang Ojek Ditembak Kelompok Bersenjata di Papua

Tinggalkan Balasan