• September 17, 2020

The Fed Jadi Tahan Suku Bunga Acuan Nih, BI Gimana Pak Perry?

Jakarta, CNBC Indonesia – Memasuki perdagangan hari ketiga pekan ini, pasar keuangan dalam negeri masih tak kompak. Bursa saham domestik keok, nilai tukar rupiah bangkit melawan dolar dan pasar SBN ditutup variatif.

Indeks utama saham Tanah Air (IHSG) kemarin dibawa jatuh 0,83% akibat asing yang kabur dengan melakukan aksi jual bersih mencapai Rp 852 miliar di seluruh pasar. Ini menjadi kali kedua IHSG jatuh ke zona merah di minggu ini.

Bursa saham Asia Pasifik kemarin bergerak variatif. IHSG menjadi salah satu yang paling tertekan pada perdagangan kemarin.

Beberapa bursa saham kawasan Benua Kuning yang gagal melaju ke zona hijau di garis finish menemani IHSG kemarin adalah bursa saham Filipina, China, Hong Kong & Korea Selatan.


Di pasar obligasi pemerintah, harga Surat Berharga Negara (SBN) ditutup bervariasi. Investor cenderung wait and see menanti kebijakan moneter bank sentral nasional dan AS (Federal Reserves). 

Imbal hasil (yield) obligasi rupiah pemerintah RI yang melemah adalah seri acuan untuk tenor panjang yaitu 15 tahun dan 20 tahun. Sementara untuk seri acuan tenor 10 tahun dan tenor pendek lainnya mengalami kenaikan.

Yield SBN dengan tenor 10 tahun yang merupakan acuan yield obligasi negara mengalami penguatan 0,2 basis poin ke level 6,915%. Artinya, harga obligasi acuan tersebut sedang melemah.

Jelang pengumuman kebijakan moneter bank sentral AS the Fed, dolar AS cenderung melemah sejak pekan lalu. Kondisi ini berhasil dimanfaatkan oleh nilai tukar rupiah untuk melawan balik the greenback.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Rupiah juga perkasa di perdagangan pasar spot. 

Pada Rabu (16/9/2020), kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor menunjukkan angka Rp 14.844. Rupiah menguat 017% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

READ  Keluarga Mengambil Paksa Jenazah Pasien Covid di Aceh, Ancam Petugas

Sementara di pasar spot, rupiah juga menapaki jalur hijau. Pada pukul 10:00 WIB, US$ 1 dihargai Rp 14.800 di mana rupiah menguat 0,24%.


Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Sembilan Pebalap Ancam Posisi Dovizioso di Puncak Klasemen MotoGP

Tinggalkan Balasan