Suspensi BANK-BNBA Dibuka! Saham Sudah Melesat Nyaris 1.000%

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuka kembali penghentian sementara (suspensi) dua saham bank yakni PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA) dan saham serta Waran Seri I PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk. (BANK & BANK-W) mulai sesi I, Jumat ini (19/2/2021).

“Menunjuk Pengumuman Bursa No: Peng-SPT-0028/BEI.WAS/02-2021 tanggal 17 Februari 2021, perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham BNBA, maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham BNBA di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 19 Februari 2021,” tulis BEI, Jumat pagi ini.

Sebelumnya saham BNBA disuspensi pada Kamis kemarin 18 Februari sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham bank mini ini.

Data BEI mencatat saham BNBA sudah melesat 94% dan sebulan meroket 159%, sementara dalam 3 bulan terbang 212% di level Rp 1.165/saham.

Usut punya usut, penguatan saham BNBA ini terjadi di tengah kabar pasar menyebutkan bahwa Sea Group, induk perusahaan e-commerce Shopee yang berbasis di Singapura, diisukan tertarik mencaplok Bank Bumi Arta dan PT Bank Capital Tbk (BACA) untuk ekspansi ke bisnis bank digital.

Sontak kabar ini telah membuat saham BNBA melesat terus. Namun manajemen BNBA menegaskan perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham perseroan di bursa paling tidak dalam 3 bulan mendatang.

“Rencana pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di perseroan adalah mempertimbkan setiap opsi yang tersedia dalam rangka meningkatkan kinerja,” kata Presiden Direktur BNBA Wikan Aryono, dalam surat jawaban ke BEI, Rabu (17/2).

Adapun saham Bank Net Syariah disuspensi dalam 2 hari yakni pada 17 dan 18 Februari lalu lantaran harga sahamnya melesat signifikan.

READ  Borong Emas, Warren Buffett Rela Jual Saham Bank

Data BEI mencatat, saham Bank Net Syariah sudah melesat nyaris 1.000% sejak IPO pada Senin (1/2/2021) atau tepatnya meroket 987% dari Rp 103/saham di harga perdana menjadi Rp 1.120/saham pada perdagangan sebelum disuspensi hari ini.

Pada Senin lalu, saat dibuka, saham BANK langsung tembus auto reject atas dengan maksimal kenaikan sehari 25% (untuk rentang harga Rp 200-Rp 5.000).

Pada Kamis pekan lalu, BEI menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham BANK dan warannya sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham Bank Net Indonesia Syariah. Dengan demikian, dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham dan Waran Seri I Bank Net Indonesia Syariah.

Sebelum suspensi, BEI terlebih dahulu memasukkan saham BANK yang baru listing (tercatat) di papan bursa pada Senin (1/2/2021) ke dalam pengawasan khusus karena telah terjadi peningkatan harga saham BANK yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).

Pada Senin lalu (1/2), BANK tercatat di BEI bersama dengan perusahaan perdagangan ritel, PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFOE). BANK jadi emiten ke-4, sedangkan UFOE emiten ke-5 yang tercatat di BEI tahun ini.

Bank Net Syariah menambah daftar bank syariah yang tercatat di BEI setelah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), dan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS).

Bank Net Indonesia Syariah menawarkan sebanyak 5 miliar saham biasa atau setara 37,90% dari jumlah modal disetor dengan harga penawaran umum Rp 103 per saham. Dengan demikian, dari IPO ini, perseroan meraih dana segar sebesar Rp 515 miliar.

Saat debut perdana melantai di bursa, Senin itu, saham BANK naik 34,95% atau menyentuh batas ARA.

READ  Outsourcing Hanya Kembalikan Salah Paham di Era SBY

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Tak Cuma Fisik-Teknik, Anthony Ginting Cs Asah Fokus Jelang All England

Read Next

Timo Tjahjanto dalam negosiasi sutradarai remake “Train to Busan”

Tinggalkan Balasan