Sempat ‘Digoreng’ Dadakan, Saham-saham Ini Bikin Nangis Kejer

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham-saham yang harganya menguat fantastis dalam waktu singkat seringkali cepat dibanting. Banyak saham-saham yang mengalami koreksi tajam minggu ini sebelumnya pernah melesat kencang.

Saat euforia terjadi di pasar saham Tanah Air, tepatnya pada dua minggu awal Januari, banyak saham-saham mengalami apresiasi signifikan. Saham-saham berfundamental tak jelas serta likuiditas rendah pun tak luput masuk wajan penggorengan.

Dengan minyak mendidih berupa antusiasme tinggi di kalangan pelaku pasar dan investor ritel serta maraknya aksi pom-pom membuat saham-saham tertentu bergerak liar seolah kesetanan. 

Namun euforia itu selalu punya masa. Tidak ada yang abadi. Euforia akan selalu memakan korban. Mereka ini adalah investor yang tanpa berpikir panjang dan bermodal nafsu membeli saham yang harganya sudah mentok di pucuk.

Ketika ambles dan dilanda auto reject bawah (arb) berhari-hari tanpa diberi kesempatan untuk ‘jualan’, yang bisa dilakukan hanyalah meratapi nasib. Tak jarang mereka ini juga menangis tersedu-sedu lantaran harus menderita rugi yang signifikan. 

Minggu ini ada lima saham yang masuk jajaran top losers. Kerugian yang diderita apabila masuk ke saham-saham ini pada akhir pekan lalu berkisar antara 5% – 29%. Ada dua saham yang menarik perhatian pubik terutama investor ritel.

Pertama adalah saham PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT). Sebelumnya saham ini sempat melesat hampir seratus persen. Di media sosial TikTok bahkan seorang stand up comedian Tanah Air sempat membuat lelucon untuk saham ini. 

Setelah mencapai harga tertingginya pada 19 Januari lalu, harga saham SBAT terus longsor. Gelombang ARB terus mendera. Dalam sepekan terakhir nilai kapitalisasi pasar saham ini tergerus hingga 28,57%. 

Saham kedua yang disorot adalah saham PT MD Pictures Tbk dengan kode FILM. Saham ini sebelumnya sempat direview oleh seorang investor ritel yang tentu sudah tidak asing lagi namanya di akun media sosial pribadi. 

Setelah terbang harga saham FILM pun anjlok. Di minggu ini saja harga saham production house film-film populer di Tanah Air ini pun merosot lebih dari 27%. 

READ  Pengguna Khawatir, Lisensi Google untuk Huawei Akan Berakhir

Saham lain yang menyita perhatian juga adalah saham sejuta umat dan punya sejarah panjang bagi pelaku pasar modal domestik. Saham PT Bumi Resources Tbk atau BUMI yang sebelumnya datar di level gocap mulai bangkit pada November tahun lalu. 

Sejak bangkit saham ini terus melesat kencang dan sampai menyentuh level penutupan tertinggi di Rp 130/lembar pada 18 Januari silam. Artinya hanya dalam kurun waktu 3 bulan saja saham ini sudah meroket ratusan persen. 

Namun setelah euforia di pasar saham berakhir harga saham BUMI anjlok. Lebih dari satu minggu saham ini terus ditutup di level auto reject bawah (ARB). Antrean jual puluhan juta lot di harga ARB sempat berjibun. Harga saham BUMI semakin mendekati level gocapnya lagi.

Kendati melesat di hari terakhir perdagangan pekan ini, harga saham BUMI tercatat masih membukukan koreksi sebesar 11,27% dalam sepekan. 


Anda adalah orang yang sedang ketiban sial jika masih memegang saham-saham top losers tersebut di portofolio Anda sampai hari ini. Untuk selanjutnya sebelum berinvestasi atau trading jangan lupa persiapkan strategi yang matang dan lakukan secara rasional.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Top Sport Sepekan: Jeblok di Tur Asia, Rionny Minta Pelatih Tanggung Jawab

Read Next

Tujuh fakta tentang drakor “River Where The Moon Rises”

Tinggalkan Balasan