Selamat Datang 2021, OJK Bawa Deretan Kabar Baik Nih!

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan pasar modal dalam negeri sepanjang 2020 memberikan kinerja yang terbilang baik kendati masih dalam masa pandemi Covid-19.

Performa pasar saham Indonesia bahkan menunjukkan kinerja yang lebih baik di tengah pelemahan ekonomi, jika dibanding dengan pasar saham di negara tetangga.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan adanya pandemi Covid-19 sejak tahun lalu telah membawa pasar saham dalam negeri mencapai titik terendahnya di tahun lalu, saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masuk ke level 3.900.

Untuk mengakomodasi pelemahan yang terjadi di pasar keuangan OJK bersama dengan pemerintah menerapkan kebijakan yang akomodatif, baik dari segi moneter dan fiskal.

Di sektor keuangan, tingkat kredit bermasalah atau NPL (non performing loan) bisa ditahan di level 3,18% dan juga likuiditas melimpah karena kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, sementara itu, restrukturisasi yang diperkirakan tinggi hanya 18% dari total kredit.

“Kita harapkan kembali bangkit dan membaik dengan kebijakan yang terus kita pantau dan bahkan kalau perlu akan diberi kebijakan pendukung berikutnya,” kata Wimboh dalam pembukaan perdagangan 2021 di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara virtual, Senin (4/1/2021).

Selain itu, di pasar modal jelang akhir tahun juga sudah terlihat perbaikan pasar saham dengan posisi IHSG telah kembali ke teritori 6.000 dengan posisi tertinggi pada 6.165 di 1 Desember 2020 lalu.

Dengan posisi IHSG yang ditutup pada level 5.979,07 di 30 Desember 2020, menyisakan penurunan indeks sepanjang tahun lalu terkoreksi 5,09% secara tahunan (year to date/ytd).

Selain itu, nilai imbal hasil surat berharga negara (SBN) untuk tenor satu tahun juga mengalami penurunan hingga ke posisi 3,64%.

Kedua capaian ini dinilai bisa menjadi momentum untuk bangkitnya penggalangan dana di pasar modal mulai tahun ini.

READ  Mengintip Anggaran Kementerian di APBN Tahun Depan

Dari sisi nilai transaksi di bursa, investor ritel telah mulai mendominasi mulai tahun lalu dengan 73% transaksi sudah dipimpin oleh investor ritel dengan kenaikan empat kali lipat jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Jumlah investor tahun lalu, terutama ritel, naik hingga 53% menjadi 3,88 juta investor. Saat ini jumlah investor di Indonesia telah didominasi oleh investor dengan usia di bawah 30 tahun dengan porsi 54,79% dari total keseluruhan investor di pasar modal.

Sepanjang tahun lalu juga terdapat 53 emiten baru yang melakukan penggalangan dana di pasar modal, dengan 51 diantaranya merupakan emiten dan nilai fund raising mencapai Rp 118,7 triliun.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Girang Didepak dari Ducati, Begini Pengakuan Danilo Petrucci

Read Next

“Ku Rindu Ibu”, single penuh rasa dari Rizky Febian

Tinggalkan Balasan