Seksolog Ungkap Libido Seksual Turun Gegara Pandemi, Apa Iya?

Asaljeplak.my.id –Temuan seksolog yang menyebut libido seksual sebagian besar orang menurun gegara pandemi Covid-19 memantik diskusi. Apa benar pandemi bisa memengaruhi hasrat seksual?

Dilansir melalui News18, seksolog Prof (Dr) Saransh Jain membahas hilangnya libido yang dialami banyak orang selama pandemi, dan menyarankan cara untuk mengatasi masalah tersebut.

Lockdown yang disebabkan oleh COVID-19 bisa menjadi peluang bagus bagi pasangan untuk terhubung kembali dan menyalakan kembali romansa mereka. Namun, jika penelitian dapat dipercaya, itu tidak terjadi pada banyak orang.

Selama satu setengah tahun terakhir, ketidakpastian dan tantangan dalam mengakses layanan kesehatan, mempertahankan pekerjaan, atau berurusan dengan COVID dan kehilangan orang yang dicintai,membuat diri kita kelelahan, stres, dan dilanda kecemasan.

Baca Juga:
Bantu Tingkatkan Libido, Ahli Sarankan Minum Jus Buah Ini!

Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa orang-orang telah melaporkan libido yang jauh lebih rendah dalam beberapa tahun terakhir, menyebabkan kehidupan cinta mereka berantakan.

ilustrasi pasangan dengan libido tinggi. (Shutterstock)ilustrasi pasangan dengan libido tinggi. (Shutterstock)

Orang tidak bisa melakukan hubungan seks yang hebat saat mereka stres. Mereka perlu merasa nyaman dan aman. Namun, pada titik ini, mungkin tidak perlu untuk menunjukkan bahwa orang memiliki banyak alasan yang jelas untuk tidak merasa damai dan diliputi oleh kecemasan.

Hilangnya libido dapat terjadi karena beberapa alasan. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi masalah sebelum kita mencari solusi.

Jika seseorang mengalami libido yang lebih rendah pasca infeksi COVID, mereka harus segera berkonsultasi dengan dokter karena ada berbagai alasan untuk itu. Namun, dalam banyak kasus kita telah melihat bahwa ketakutan dan kesuraman pandemi telah menyebabkan stres, dan memiliki dampak psikologis yang mendalam, yang mengarah ke tingkat hormon stres yang lebih tinggi, yang bertanggung jawab untuk libido yang lebih rendah.

READ  Polda Metro Akan Bantu Memburu Muncikari Prostitusi Artis HH

Untuk memperbaiki situasi ini, kita memerlukan dosis hormon bahagia yang sehat, yaitu dopamin, oksitosin, serotonin, dan endorfin, yang membuat kita merasa positif, mengisi kita dengan rasa gembira dan cukup membuat kita rileks sehingga kehidupan seks kita mendapat dorongan.

Baca Juga:
Beda dengan Pria, Ternyata Ini Waktu Saat Wanita Mencapai Puncak Hasrat Seksual

Dopamin, yang dikenal sebagai hormon perasaan baik, juga merupakan neurotransmitter yang merupakan bagian integral dari sistem penghargaan otak Anda. Dopamin dikaitkan dengan sensasi yang menyenangkan, bersama dengan pembelajaran, memori, fungsi sistem motorik, dan banyak lagi.

  • «
  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Berita ini telah terbit pertama kali di SUARA

admin

Read Previous

Merajut Nusantara dari Industri Game

Read Next

Olimpiade Tokyo: Rio Waida Siap Menunggang Badai

Tinggalkan Balasan