Saham Emiten Grup Sandi Uno Tiba-tiba Ngamuk, Efek Traveloka?

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berhasil melesat pada perdagangan hari ini, Senin (22/2/2021). Tercatat saham SRTG terapresiasi 6,81% ke level harga Rp 6.275/saham di awal perdagangan sesi I.

Usut punya usut, kenaikan saham SRTG terjadi di tengah kabar yang beredar di kalangan pelaku pasar bahwa Special Purpose Acquisition Company (SPAC) alias perusahaan cek kosong milik SRTG sedang dalam tahap negosiasi untuk melantaikan startup unicorn di Indonesia Traveloka di bursa Amerika Serikat, Nasdaq.

Sebelumnya, SRTG menjadi salah satu anchor investor yang membeli 1 juta saham perusahaan Provident Acquisition Corp (PAQU) yang melantai di Nasdaq. Provident Group merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan Saratoga.

Traveloka menjadi perusahaan rintisan yang merupakan investee yang dimiliki oleh Provident Group sehingga PAQU dianggap memiliki kans paling besar dalam melantaikan Traveloka karena adanya kedekatan khusus ini.

CEO dan pendiri Traveloka, Ferry Unardi juga sudah mengisyaratkan keinginan untuk melantaikan perusahaanya di Wall Street menggunakan SPAC karena lebih efisien dan lebih cepat sehingga selanjutnya perusahaan dapat berfokus kepada eksekusi dan pengembangan.

Ferry mengatakan dana penawaran umum saham perdana (IPO) akan digunakan untuk melakukan akuisisi atau merger dengan perusahaan lain.

“Jika kami dapat melakukannya lebih cepat, kami kemudian dapat fokus pada eksekusi dan mengembangkan perusahaan,” kata Ferry dalam wawancaranya dengan Bloomberg Television, dikutip Selasa (16/2/2021)

Selain saham SRTG, terpantau saham-saham yang merupakan portofolio dari Grup SRTG juga bergerak variatif cenderung hijau pada perdagangan hari ini.

Data BEI mencatat, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berhasil terbang 11,41% ke level Rp 2.930/unit dan memimpin penguatan di antara saham-saham portofolio Saratoga.

Kenaikan harga saham-saham portofolio emiten yang dikuasai oleh Edwin Soeryadjaya dan Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno ini tentunya akan membuat nilai aset bersih (NAB) perusahaan juga ikut terangkat.

READ  Naik hingga 48%, 32 Miliar Saham Ditransaksikan Sepanjang Pekan Ini

Per akhir Januari 2021, NAB SRTG tercatat mencapai Rp 35,79 triliun. Sementara nilai buku perusahaan sebesar Rp 24,1 triliun jika mengacu pada laporan keuangan perusahaan tahun lalu yang disetahunkan (annualized).

Jumlah saham beredar SRTG tercatat mencapai 2,7 miliar lembar. Artinya nilai buku per sahamnya (book value per share/BVPS) mencapai Rp 8.871/lembar yang mengisyaratkan PBV di angka 0,71 kali.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Cara Marc Marquez Selamatkan Sponsor dari Kebangkrutan, Hanya Modal Begini

Read Next

“Mauli Bulung”, film kolaborasi Kemenparekraf &Temata akan diproduksi

Tinggalkan Balasan