Saham Bank Hary Tanoe Jawara, Saham Emiten Erick Pecundang

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham emiten bank besutan taipan Hary Tanoesoedibjo memuncaki daftar top gainers, seiring manajemen resmi mengajukan izin digital onboarding untuk aplikasi Motion kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada perdagangan hari ini, Rabu (7/4).

Sementara, setelah pada Selasa kemarin (6/3) ditutup sebagai top gainers, hari ini saham emiten Grup Mahaka milik Menteri BUMN Erick Thohir malah tersungkur sebagai top losers.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat hari ini. IHSG naik 0,56% ke posisi 6.036,61 pada penutupan sesi II perdagangan, Rabu (7/4).

Menurut data BEI, ada 251 saham naik, 225 saham merosot dan 164 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp triliun dan volume perdagangan mencapai miliar saham.

Investor asing pasar saham keluar dari Indonesia dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 564,71 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 16,29 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II hari ini (7/4).

Top Gainers

  1. Bank MNC Internasional (BABP), saham +30,14%, ke Rp 95, transaksi Rp 76,1 M

  2. Bank Panin Dubai Syariah (PNBS), +28,38%, ke Rp 95, transaksi Rp 29,7 M

  3. Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX), +24,77%, ke Rp 680, transaksi Rp 37,1 M

  4. Multipolar (MLPL), +22,90%, ke Rp 161, transaksi Rp 75,5 M

  5. Bank Ganesha (BGTG), +16,10%, ke Rp 137, transaksi Rp 44,3 M

Top Losers

  1. Mahaka Media (ABBA), saham -6,67%, ke Rp 224, transaksi Rp 84,4 M

  2. MD Pictures (FILM), -6,36%, ke Rp 515, transaksi Rp 66,3 M

  3. Intermedia Capital (MDIA), -5,63%, ke Rp 67, transaksi Rp 18,7 M

  4. Waskita Karyan (WSKT), -5,45%, ke Rp 1.040, transaksi Rp 93,9 M

  5. Jasnita Telekomindo (JAST), -5,00%, ke Rp 190, transaksi Rp 9,3 M

Menurut daftar di atas,saham emiten bank milik Grup MNC, BABP, memuncaki daftar top gainers, setelah melesat 30,14% ke Rp 95/saham. Nilai transaksi BABP sebesar Rp 76,1 miliar pada perdagangan hari ini.

BABP berhasil rebound setelah dua hari sebelumnya tercatat ambles. Dengan penguatan ini saham bank besutan pengusaha Hary Tanoe ini melesat 17,28 miliar.

Kenaikan saham BABP hari ini terjadi seiring adanya kabar terbaru, bahwa perusahaan resmi mengajukan izin digital onboarding untuk aplikasi Motion kepada OJK.

Setelah izin disetujui OJK, aplikasi integrated banking solution dari MNC Bank, unit bisnis dari PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) atau MNC Financial Services yang tergabung dalam MNC Group, tersebut akan mempermudah nasabah dan masyarakat untuk membuka rekening tabungan MNC Bank tanpa perlu lagi hadir ke cabang secara fisik.

Adapun fitur terbaru Motion tersebut akan melengkapi transformasi digital MNC Bank dari menawarkan aplikasi mobile banking menjadi aplikasi layanan digital (digital banking).

Berbeda dengan BABP, saham emiten Grup Mahaka milik Menteri BUMN Erick Thohir malah ambles hingga menyentuh auto rejection bawah (ARB) 6,67% ke Rp 224/saham.

Para pelaku pasar tampaknya melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah kemarin (6/7) saham emiten yang melantai sejak 2002 silam ini melejit 34,83% hingga menyentuh auto rejection atas (ARA) dan menjadi top gainers.

Setali tiga uang dengan ABBA, saham media Grup Bakrie, MDIA, terbenam sebagai top losers pada hari ini, setelah ambles 5,63% ke Rp 67/saham.

Praktis dengan ini, MDIA melanjutkan penurunan sejak kemarin, ketika ambrol menyentuh ARB sebesar 6,58% ke Rp 71/saham.

Pada pertengahan bulan lalu, induk emiten media Grup Bakrie, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), menyetujui rencana penjualan sebanyak 39% saham perseroan MDIA, induk PT Cakrawala Andalas Televisi (CATV) sebagai perusahaan pengelola ANTV, kepada Reliance Capital International Limited (RCIL).

Hal ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) VIVA yang diselenggarakan pada Senin (15/3). Jumlah saham yang dilepas tersebut setara dengan 15,29 miliar saham.

Reliance Capital International Limited (RCIL) adalah pihak yang disetujui kreditur untuk melaksanakan jual beli saham tersebut. Penjualan saham MDIA tersebut dilakukan dengan nilai US$ 171,8 juta, setara dengan Rp 2,43 triliun atau Rp 158 per saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

READ  UEFA rencanakan ubah sistem FFP setelah batal hukum Manchester City

admin

Read Previous

Baik untuk Greysia/Apriyani Cs, Eng Hian Dukung Wacana Skor 5×11

Read Next

Persiapan Ramadhan Dewi Sandra

Tinggalkan Balasan