Rupiah Boleh Libas Dolar AS, Namun Kalah Telak Dengan Eropa

Jakarta, CNBC Indonesia – Kinerja rupiah pada pekan ini terbilang cukup bagus, di mana rupiah berhasil melibas dolar Amerika Serikat (AS) dan bertengger kembali ke level psikologis 13.000.

Pergerakan rupiah sepekan ini terhitung prima dengan langsung masuk level psikologis 13.000 dan konsisten menguat dalam 4 hari perdagangan. Libur hari raya Tahun baru China (Imlek) menolong rupiah karena indeks dolar AS tercatat menguat pada Jumat (12/2/2021) kemarin.

Pada Kamis, Mata Uang Garuda bertengger di level 13.970 per dolar AS, atau menguat tipis 0,07% secara harian. Secara mingguan, rupiah juga terapresiasi, yakni sebesar 0,36% dibandingkan dengan posisi akhir pekan lalu pada Rp 14.020 per dolar AS.

Di Asia juga, Rata-rata mata uang utama Benua Kuning pun mampu melawan greenback pekan ini. Hanya tiga dari sebelas mata uang Asia yang cenderung kalah di hadapan greenback.

Berikut perkembangan kurs dolar AS terhadap mata uang utama Benua Kuning sepanjang pekan ini:

Sementara itu jika dihadapkan dengan sesama mata uang Asia Pasifik, rupiah menang melawan lima dari sebelas mata uang Asia-Pasifik, yakni menang dengan yuan China, dolar Hong Kong, rupee India, peso Filipina, dan dolar Taiwan.

Berikut perkembangan kurs mata uang Benua Kuning di hadapan rupiah pada pekan ini:

Sementara itu di Eropa, rupiah pun tidak berkutik sama sekali. Dari ketiga mata uang Eropa, tidak ada satupun rupiah kuat melawan tiga mata uang Eropa tersebut.

Berikut perkembangan kurs mata uang utama Eropa terhadap rupiah pada pekan ini:

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

READ  Rupiah Kini di Rp 14.765/US$

admin

Read Previous

Cedera Otot Perut Pulih, Novac Djokovic ke Perempat Final Australian Open

Read Next

Kunto Aji, Ten2Five beri semangat saat pandemi di Jazz Goes to Campus

Tinggalkan Balasan