Pfizer Beri Kabar Bagus Tambahan, Dow Futures Naik 165 Poin

Jakarta, CNBC Indonesia – Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (18/11/2020) melaju ke jalur hijau, sehari setelah koreksi akibat aksi ambil untung kemarin.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average naik 165 poin, mengindikasikan bahwa indeks acuan berisi 30 saham unggulan itu bakal menguat 167 poin. Sementara itu, kontrak serupa untuk indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat masing-masing sebesar 0,4% dan 0,2%.

Pfizer memberikan sentimen positif tambahan dengan merilis data final hasil uji vaksin Covid-19 tahap ketiga, yang menunjukkan hasil lebih baik dari pembacaan awal, yakni tingkat efikasi sebesar 95%. Artinya, 95% sukarelawan terbukti menumbuhkan antibodi melawan virus itu.

Saham Boeing melompat 4% di ses pra-pembukaan menyusul berita Reuters yangg menyebutkan bahwa Balai Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration/FAA) segera menyetujui kembali penerbangan 737 MAX, yang sempat beberapa kali jatuh dalam kecelakaan tragis.

Saham peritel Target mengut 2% setelah perseron merilis kinerja kuartal III-2020 yang melampaui estimasi berkat penjualan digital. Sementara itu, saham Lowe’s anjlok 6% setelah emiten grosir bahan bangunan itu merilis kinerja yang masih di bawah estimasi analis.

Sebelumnya pada Selasa kemarin, Dow Jones ditutup anjlok 167 poin, sedangkan S&P 500 turun 0,5%. Indeks Nasdaq yang berisi saham teknologi hanya terkoreksi 0,2%, salah satunya berkat lonjakan saham Tesla lebih dari 8% menyambut kabar dia menjadi konstituen S&P 500.

Namun, saham kecil juga terindikasi diburu dengan kenaikan indeks Russell 2000 sebesar 0,37% hingga mencetak level tertingginya. Sepanjang November, Dow Jones naik lebih dari 12%, S&P 500 melesat lebih dari 10%, dan Nasdaq melonjak 9%.

“Cerita besarnya, ekonomi telah pulih lebih cepat dari ekspektasi, karena belanja konsumen telah tertahan cukup lama sepanjang krisis,” tutur Charlie Ripley, perencana investasi senior Allianz Investment Management, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Konsumen, lanjut dia, mengubah perilaku belanjanya dengan lebih banyak berbelanja produk barang ketimbang produk jasa, sehingga sektor jasa tertekan selama pandemi. “Meski ini membantu ekonom secara umum, ia membentuk pemulihan yang terpecah, karena beberapa sektor ekonomi terus tertekan secara ekstrim,” tambah Charlie.

Namun, sentimen buruk masih membayangi, yakni dari angka kasus virus corona, sehingga mengaburkan outlook ekonomi dalam jangka pendek. Untuk pertama kali, AS mencatatkan rerata harian infeksi baru Covid-19 melampaui 150.000 pada Senin.

Beberapa emiten peritel akan merilis kinerja keuangan per kuartal III-2020 hari ini, berbarengan dengan rilis kinerja emiten prosesor Nvidia.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Start 22 Desember, NBA Umumkan Format Baru Musim 2020-2021

Read Next

Mamah Dedeh positif COVID-19

Tinggalkan Balasan