Mulai Zaman Yunani Kuno, ini Sejarah Teater dari Seluruh Dunia

Asaljeplak.my.id –Siapa yang tidak mengenal teater? Pertunjukkan dengan panggung megah ini sangat populer di kalangan masyarakat. Pertunjukkan teater tidak hanya memerankan sebuah cerita, tetapi terdapat tarian dan nyanyian di dalamnya.

Saat teater tidak begitu populer seperti zaman dulu. Masyarakat lebih memilih menonton konser musik atau bioskop dibandingkan dengan teater. Di samping itu, rupanya masih banyak juga masyarakat gemar menonton pertunjukkan yang satu ini. Namun, tahukah kamu sejarah mengenai teater?

Dilansir dari Scholastic.co.uk, teater pertama kali yaitu dimulai oleh orang Yunani Kuno pada 1000 SM. Teater Yunani Kuno yang dibangun disebut Amphitheatres. Biasanya Amphitheatres ini berada di sisi bukit dengan tempat duduk berjenjang mengelilingi panggung dalam bentuk setengah lingkaran.

Cerita yang diangkat dalam dalam teater Yunani yaitu kisah mitos dan legenda. Biasanya pada pertunjukkan akan melibatkan paduan suara. Salah satu karya terkenal yang masih suka dimainkan sampai saat ini yaitu Sophocles, Aristophanes dan Euripedes.

Baca Juga:
Cari Bakat Baru untuk Pentas Musikal Garapan Garin Nugroho, Ini Syaratnya

Pementasan Teater Emka dengan lakon 'Tanah' di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS)Semarang, Jateng, Senin (14/12).Pementasan Teater Emka dengan lakon ‘Tanah’ di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS)Semarang, Jateng, Senin (14/12).

Selanjutnya pada 753 SM orang Romawi melanjutkan tradisi Teater Yunani. Bentuk teater orang Romawi menyerupai Amphitheatres Yunani, tetapi bangunannya lebih tertutup. Lalu terdapat Colosseum di Roma, Italia. Acara teater itu melibatkan akrobat, menari, tarung atau seseorang atau hewan dibunuh di atas panggung. Aktor Romawi biasanya memakai kostum khusus untuk diwakili berbagai jenis familiar karakter.

Pada 900–1500 M teater abad pertengahan, teater sempat mati lal Itu diperkenalkan kembali berupa drama religi. Cerita yang dibuat biasanya bermain dengan moral yang dilakukan di gereja. Biasanya pertunjukkan ini dilakukan saat terdapat kebaktian di gereja. Pertunjukkan yang dilakukan menggunakan bahasa Latin. Drama dirancang bertujuan untuk mengajarkan cerita dan pesan Kristen untuk orang- orang yang tidak bisa membaca.

READ  Mourinho sebut laga Spurs vs Palace adalah pertandingan besar

Pada 1500-an M, Teater Commedia dell’Arte, Italia menjadi sangat populer. Alat peraga dan kostum dasar dan dramanya dilakukan secara gratis untuk semua. Cerita yang ditampilkan pada  umumnya mengenai perjuangan kekasih muda, yang terhalang oleh orang tua.

Lalu pada 1558–1603 M,  masa pemerintahan Elizabeth I, terdapat teater dengan nama Teater Elizabethan. Teater ini cukup populer.  Salah satu yang membuat populer yaitu William Shakespeare. Teater Elizabethan biasanya menggunanakan rumah kayu. Selain itu, terdapat perbedaan kasta pada penonton. Untuk penonton yang lebih kaya akan mendapatkan tempat duduk. Sedangkan penonton kelas menengah ke bawah akan berdiri di sebuah lubang di depan panggung.

Di jepang pada 1600-an M, terdapat teater terkenal yaitu Teater Kabuki. Teater ini sangat unik dengan kostum dan riasan yang rumit. Awalnya pemain teater wanita dan pria. Namun, pada 1629, wanita diralang tampil. Pertunjukan biasanya meceritakan tentang peristiwa sejarah serta pesan moral dari keadian tersebut.

Baca Juga:
Rekomendasi Wisata Akhir Tahun: Nonton Teater Megah Devdan Show di Bali!

Setelah Perang Saudara Inggris, terdapat beberapa larangan untuk pertunjukkan teater saat itu. namun, pada 1660 M, teater kembali dibuka dengan konsep komedi. Awalnya pemeran teater hanya boleh dimainkan oleh pria. Namun, pada pemerintahan Raja Charles II,  wanita diizinkan menjadi pemeran di atas panggung.

  • «
  • 1
  • 2
  • »

    Berita ini telah terbit pertama kali di SUARA

    admin

    Read Previous

    Jadwal Siaran Bola TV Liga Inggris Pekan Ini: MU Berpeluang Geser Liverpool

    Read Next

    Turki periksa pembaruan kebijakan WhatsApp

    Tinggalkan Balasan