Milenial di Seluruh Tanah Air Harus Siap Hadapi Percaturan Global

Asaljeplak.my.id –Sudah saatnya para pemuda menyiapkan diri semaksimal mungkin dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di tengah percaturan global yang sudah tak bisa dicegah.

Hal ini menjadi benang merah dalam webinar Sonora bersama Perpustakaan Nasional RI bertema: Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2020: Peran Pemuda dalam Meningkatkan Literasi di Indonesia.

Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando menyatakan, di tangan milenial ke depan, generasi muda akan menentukan arah percaturan global. Saat ini setiap individu persaingannya adalah dunia, bukan nasional lagi.

Untuk itu, ia berharap ilmu pengetahuan dan kemampuan terkini dengan perkembangan teknologi digital harus mampu dikuasai agar masa depan dirinya dan bangsa tidak tertinggal di mata internasional.

Baca Juga:
Eks Stafsus Milenial Jokowi Sebut Pendidikan Indonesia Tertinggal 128 Tahun

“Namun kita jangan salah kaprah. Perpustakaan digital dengan konsep karya cetak dan rekam masih diperlukan, termasuk di seluruh dunia. Maka karya itu jangan dipertentangkan. Bila kita berjam-jam berselancar di media sosial, tanpa harapan yang jelas dan mengharapkan sesuatu pendirian dari internet, maka sama dengan berselancar di gelombang dengan pengetahuan yang sangat dangkal dengan ketidak penuh pastian,” ungkap Syarif, ditulis Rabu (11/11/2020).

Sedangkan, lanjut dia, bila membaca buku sama dengan menyelam di laut dalam dengan seluruh pengetahuan yang sangat detail, komprehensif yang memastikan bisa mengambil sikap untuk masa depan. Langkah ini menjadi modal generasi milenial menghadapi percaturan global.

Kepala Perpusnas ini menyatakan literasi menurut UNESCO bukanlah sekedar kemampuan mengenal huruf, kata, kalimat, hubungan sebab-akibat, dan mengeluarkan pendapat saja, namun lebih luas dari pada itu.

Literasi di era kini mempunyai 4 unsur. Pertama, seseorang perlu memiliki kemampuan terhadap aksesilibitas sumber informasi yang terpercaya. Kedua memahami apa yang tersurat dan tersirat, makanya mustahil memahami sesuatu tanpa membaca.

Ketiga kemampuan membuat ide baru, gagasan, inovasi dan gagasan baru. Keempat percaturan global akhirnya menciptakan persaingan bangsa.

Baca Juga:
Bikin Heboh! Begini Maksud Megawati Minta Jokowi Tak Manjakan Milenial

“Maka penting bagi kita untuk meningkatkan indeks literasi generasi muda sebagai generasi bangsa Indonesia saat ini. Inilah yang menjadi filosofi dasar Presiden RI mengangkat tema sentral Peningkatan Kualitas SDM menjelang memasuki menjemput bonus demografi 25 tahun kedepan,” jelasnya.

  • «
  • 1
  • 2
  • 3
  • »

    Berita ini telah terbit pertama kali di SUARA

    admin

    Read Previous

    Honda umumkan tujuh motor baru

    Read Next

    Cara Tukar Uang Rusak ke Bank Indonesia

    Tinggalkan Balasan