Mantap! Laba Bersih IRRA Tumbuh 82% di 2020

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions) berhasil membukukan kenaikan laba bersih tahun 2020 sebesar 82,3% (YoY) menjadi Rp 60,52 miliar dibandingkan perolehan laba bersih tahun 2019 yang hanya sebesar Rp33,21 miliar.

Kenaikan tersebut bersumber dari kenaikan pendapatan perseroan di tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp 563,89 miliar atau tumbuh 100,1% dari pendapatan tahun 2019 sebesar Rp 281,75 miliar.

Kontribusi terbesar kenaikan pendapatan perseroan di tahun 2020, disumbang oleh alat kesehatan invitro yang tumbuh 183,4% menjadi Rp 410,8 miliar dibandingkan priode yang sama tahun lalu. Produk swab antigen test menjadi produk urutan teratas penyumbang pendapatan terbesar dalam segmen alat kesehatan invitro, diikuti oleh Mesin Plasma Darah (Apheresis) dan mesin USG. Sementara segmen alat kesehatan Non Elektromedik Steril berupa produk alat suntik ADS (Auto Disable Syringe) di tahun 2020 tumbuh 24,8% menjadi Rp 147,7 miliar.

Berdasarkan kinerja secara kuartalan, kuartal IV masih menjadi penyumbang terbesar kinerja perseroan di sepanjang tahun 2020. Pendapatan dan laba bersih perseroan di kuartal IV – 2020 berkontribusi masing-masing sebesar 75% dan 85% terhadap total pendapatan dan laba bersih sepanjang tahun 2020.


Highligt Kinerja Keuangan FY2020 (Perbandingan FY2019).Foto: Highligt Kinerja Keuangan FY2020 (Perbandingan FY2019).

Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk. Heru Firdausi Syarif mengungkapkan pada kuartal IV tahun lalu, perseroan mendapatkan banyak pesanan baik dari Pemerintah maupun Swasta dan Ritel terkait dengan penanganan Covid-19 seperti untuk penyediaan jarum suntik, mesin plasma (Mesin Apheresis) dan juga swab antigen test.

“Secara kuartalan, pendapatan kuartal IV-2020 tumbuh 177% dibandingkan kuartal IV-2019. Pesanan alat suntik ADS , Mesin Apheresis untuk plasma darah dan juga Antigen Test dari pemerintah naik signifikan. Bahkan untuk produk antigen Test yang baru mulai kami pasarkan di kuartal IV tahun lalu, pembelian dari non-Pemerintah baik swasta maupun ritel berkontribusi paling besar”, ungkap Heru.

Performa neraca perseroan juga semakin kuat, dengan kenaikan posisi kas dan setara kas yang signifikan. Pada tahun 2020 perolehan kas operasi perseroan tercatat surplus Rp147 miliar dari posisi tahun 2019 defisit -Rp7,8 miliar. Alhasil Jumlah kas dan setara kas perseroan di tahun 2020 tercatat sebesar Rp233,04 miliar atau naik 443,7% dari posisi kas dan setara kas perseroan di tahun 2019 yang hanya sebesar Rp42,86 miliar. Total liabilitas Perseroan mengalami kenaikan 224,5% (YoY) menjadi Rp292,94 miliar yang berasal dari kenaikan utang usaha.

Kenaikan omset yang signifikan di tahun 2020, membuat transaksi pembelian ke beberapa prinsipal meningkat signifikan seperti Terumo, Alera Health, Abbot sehingga pembelian barang ke prinsipal dengan fasilitas kredit mengalami kenaikan. Total Aset Perseroan naik 64,5% (YoY) menjadi Rp535,27 miliar. Sementara nilai ekuitas tahun 2020 mampu tumbuh 2,47% (YoY) menjadi Rp247,75 miliar, meskipun perseroan telah melakukan buyback saham di semester I-2020 dalam rangka stabilitas harga dampak Covid-19.


Dok: IRRAFoto: Dok: IRRA

Outlook Kinerja Tahun 2021

Tingginya realisasi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di tahun 2020, masih akan berlanjut di tahun ini. Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di tahun ini mampu tumbuh 80% – 100%. Untuk mencapai target tersebut, perseroan masih mengandalkan produk Jarum Suntik ADS, Mesin Apheresis (Plasma Darah), Antigen Test dan produk baru yaitu Avimac, produk immunomodulator yang akan mulai di pasarkan di kuartal I tahun ini. Heru menambahkan, target pertumbuhan tersebut merupakan murni pertumbuhan organic, diluar rencana akuisisi serta pembentukan JV yang ada dalam pipeline aksi korporasi perseroan di tahun ini.

“Kami optimis, untuk target pertumbuhan 80%-100% di tahun ini, produk alat kesehatan yang kami miliki adalah produk kesehatan yang sifatnya primer terkhusus dalam penanggulangan Covid-19 saat ini. Dan tahun ini, kami juga menargetkan bisa merealisasikan transformasi dari model bisnis medical equipment supplier menjadi manufacturer dan innovator peralatan medis, Insyallah baik itu target pertumbuhan dan transformasi bisnis bisa terealisasi” jelas Heru

Direktur Keuangan PT Itama Ranoraya Tbk. Pratoto Raharjo mengungkapkan, tahun ini menjadi tahun yang sangat penting bagi perseroan. Selain mencapai target pertumbuhan, perseroan juga menargetkan sejumlah aksi korporasi di tahun ini. Terkait dengan pemenuhan kebutuhan belanja modal, perseroan memiliki opsi pendanaan baik dari pinjaman perbankan maupun kas internal, selain itu perseroan juga memiliki opsi pendanaan dari penjualan saham treasury yang kapan saja bisa direalisasikan.

“Tahun ini, kami memiliki posisi kas yang sangat kuat, selain itu sampai saat ini, kami belum memanfaatkan pinjaman perbankan, karena kami mendapat dukungan yang kuat dari prinsipal kami seperti Abbot, Alera Health, Terumo dalam pemenuhan belanja barang. Dan jika diperlukan kami juga masih memiliki saham treasury hasil program buyback di tahun lalu, yang sewaktu-waktu bisa menjadi opsi pendanaan bagi perseroan” ungkap Pratoto.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

READ  Ibu Nagita Slavina Punya Kucing Bercorak Wajah Manusia, Harganya Rp 1 M

admin

Read Previous

Hasil NBA: James Harden Gemilang, Nets Kalahkan Lakers 109-98

Read Next

Pameran kolaboratif seni Pohon Mohon Meredih

Tinggalkan Balasan