Lembaga Dana Abadi RI Dibentuk Awal 2021, Bisa Trading Saham?

Jakarta, CNBC Indonesia – Lembaga Pengelola Investasi atau pengelola dana abadi (Sovereign Wealth Fund/SWF) Indonesia akan beroperasi pada awal 2021.

Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata menegaskan SWF Indonesia memiliki tiga tugas utama yang muaranya bisa mendatangkan revenue atau pendapatan semaksimal mungkin.

Tiga hal yang akan dilakukan SWF, kata Isa, pertama, memaksimalkan aset. SWF akan mencari cara agar untuk bisa mendatangkan akses-akses yang memadai untuk bisa meningkatkan nilai aset negara.

“Cari cara supaya akses-akses yang kita miliki ini menjadi lebih tinggi nilainya, mendatangkan revenue sebanyak-banyaknya, dan sebagainya,” kata Isa dalam video conference, Jumat (20/11/2020).

Kedua, SWF juga akan berkonsentrasi kepada pembangunan negara. Menurut Isa memang salah satu tujuan SWF didirikan untuk membangun negara. Jenis proyeknya bisa bervariasi, mulai dari yang secara komersial visible, sampai yang tidak visible. Proyek-proyek yang tidak visible misalnya, proyek yang sifatnya sosial.

“Karena kita profit dari SWF ini untuk membangun negara. Tapi, mungkin tidak pada bidang-bidang yang komersial. Misalnya membangun rumah sakit di daerah tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia,” kata Isa melanjutkan.

Ketiga, SWF juga bertugas untuk kepentingan stabilisasi ekonomi. Tugas ini, artinya SWF akan mendukung kebijakan counter cyclical atau membantu mengurangi beban pemerintah dalam setiap kebijakan yang ditempuh.

“Biasanya pada saat ekonomi bagus, mencoba mengakumulasi aset dan pada saat ekonomi negara terganggu, dia bisa melakukan counter cyclical sehingga bisa cash-nya untuk menstabilkan keadaan,” jelas Isa.

Kendati demikian, Isa menekankan, SWF Indonesia lebih berfokus ke arah untuk memaksimalkan nilai aset negara dan mendapatkan revenue yang sebanyak-banyaknya, supaya Indonesia memiliki sumber pendanaan yang memadai dalam membangun negara.

Apakah SWF Indonesia sama dengan Manajer Investasi?

Seperti diketahui, manajer investasi adalah pihak (bisa perorangan maupun perusahaan) yang secara profesional mengelola dana nasabah dalam berbagai instrumen investasi, mulai dari saham, obligasi, dan instrumen-instrumen lainnya, dengan tujuan memperoleh keuntungan bagi para investor yang sudah mempercayakan dananya pada mereka.

Menurut Isa, jika membandingkan investasi dalam bentuk portofolio untuk membeli saham, membeli utang, dan sebagainya, SWF Indonesia bukan termasuk hal yang seperti itu.

“LPI me-manage asset, manage uang pemerintah, mitra investasi. Tapi directed pada pembangunan-pembangunan seperti infrastruktur,” tuturnya.

Jadi, dalam konteks mengelola uang aset negara, uang dari mitra, melakukan investasi pada bidang-bidang pembangunan tertentu, Isa membenarkan. Tapi dia menolak jika SWF Indonesia disamakan dengan fund manager yang mengelola portofolio, jual beli saham, dan sebagainya.

Tapi, Isa memberikan catatan. Bukan berarti SWF Indonesia tidak boleh melakukan portofolio saham, dan sebagainya. Pasalnya modal awal SWF yang sebesar Rp 15 triliun tersebut juga tidak boleh mengendap begitu saja.

“Pemerintah gak boleh atau menginginkan uang ini idle (diam), makanya dia akan melakukan sedikit portofolio investment management. Tapi mandat dia yang utama bukan di portfolio investment, dia akan investasi langsung ke infrastruktur, atau perusahaan yang mengembangkan teknologi. Kira-kira begitu.”

“Kombinasinya itu hanya untuk membuat dana tidak idle. Tapi, bukan untuk portofolio management. Portfolio management dilakukan semata-semata agar dia (dana modal Rp 15 triliun) gak idle,” jelas Isa.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Kualifikasi Asia: Jawato dan Prosper Ikut, Indonesia Pede Raih Kemenangan

Read Next

“Space Sweepers”, film baru dari Song Joong-ki

Tinggalkan Balasan