Langkah Petenis Peringkat Dua Dunia Terhenti di Perempatfinal Miami Open

Asaljeplak.my.id –Petenis Spanyol Roberto Bautista Agut menyingkirkan petenis peringkat dua dunia, Daniil Medvedev 6-4 6-2 pada perempatfinal Miami Open, untuk menjamin bakal ada juara baru turnamen ATP Masters 1000 pada Minggu nanti.

Empat dari enam petenis peringkat teratas melewatkan turnamen di Miami tersebut, dan dengan tersingkirnya unggulan teratas asal Rusia tersebut pada Kamis (1/4/2021) WIB, tidak ada lagi pemain yang menyandang gelar Masters 1000 dalam babak utama turnamen itu.

Medvedev, yang menggeser Rafa Nadal dari peringkat dua dunia bulan lalu, memasuki perempat final dengan catatan menang-kalah 17-2 pada musim ini, tapi kalah dari petenis berpengalaman asal Spanyol itu dalam dua pertemuan sebelumnya.

Tidak ada keberuntungan ketiga kalinya bagi petenis Rusia itu, dengan Bautista Agut yang menempati unggulan ketujuh meraih kemenangan dalam waktu 92 menit.

Baca Juga:
Naomi Osaka Disingkirkan Maria Sakkari di Perempatfinal Miami Open 2021

“Untuk mengalahkan Daniil dalam dua set, itu karena saya memainkan tenis yang luar biasa,” kata Bautista Agut kepada para pewarta seperti dilaporkan Reuters.

“Saya bermain sangat solid dan saya dapat bermain dengan banyak ritme, membuat dia banyak bekerja,” sambung petenis Spanyol berusia 32 tahun itu.

“Secara fisik saya merasa sehat di lapangan. Tadi itu set pertama yang sangat ketat. Pertandingan yang sangat bagus dari sisi saya,” tutur Bautista Agut.

Setelah delapan gim ketat pada set pertama, Bautista Agut mencuri poin dari servis lawan untuk meraih keunggulan 5-4, membuat Medvedev membanting raketnya karena frustrasi.

Pada pertandingan selanjutnya petenis Spanyol itu akan menghadapi petenis 19 tahun Jannik Sinner untuk memperebutkan satu tempat final.

Baca Juga:
Unggulan Pertama Miami Open 2021 Melenggang ke Perempatfinal

READ  Unggulan Pertama Miami Open 2021 Melenggang ke Perempatfinal

“Saya sangat fokus pada saya, pada hal-hal yang harus saya lakukan pada pertandingan selanjutnya. Tentu saja jika dia menghancurkan raket, itu karena dia kehilangan kesabaran,” ucap Bautista Agut.

“Saya pikir saya sudah melakukan beberapa hal hebat untuk menempatkan dia di bawah tekanan dan (membuat dia) merasa seperti ini,” tukasnya.

Berita ini telah terbit pertama kali di SUARA

admin

Read Previous

Elwin Hendrijanto, dari musik klasik sampai “scoring” game MOBA

Read Next

Losers & Gainers! Saham Baru IPO Terbang, Bank Mini Tumbang

Tinggalkan Balasan