• September 20, 2020

Kurs Euro Melesat 13%, Bisa Jadi Investasi di Saat Pandemi?

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar euro menguat melawan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (16/9/2020). Mata uang 19 negara ini menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik di tahun ini, sebabnya perekonomian di Benua Biru diramal akan lebih cepat pulih dari resesi akibat pandemi penyakit akibat virus corona (Covid-19), ketimbang Amerika Serikat.

Pada pukul 16:31 WIB euro menguat 0,12% melawan rupiah ke Rp 17.592,83/EUR, sementara melawan dolar AS menguat 0,19% ke Rp US$ 1,1867.
Sepanjang tahun ini, euro sudah menguat 5,86% melawan dolar AS. Sementara melawan rupiah, euro lebih garang lagi, melesat 13,07%.


Euro diprediksi masih akan menguat hingga akhir tahun ini, khususnya melawan dolar AS. Ketika dolar AS saja takluk di hadapan euro, apalagi rupiah.
National Australia Bank (NAB) memprediksi di akhir 2020 euro berada di level US$ 1,2300. Artinya dari posisi saat ini, euro masih akan menguat sekitar 3,65%.

Sementara Westpac Bank memprediksi euro berada di US$ 1,2200 akhir tahun nanti, artinya masih akan menguat 2,81%.

Pada Selasa (1/9/2020) lalu, euro menyentuh level US$ 1,2000 melawan dolar AS. Kali terakhir euro menyentuh US$ 1,2000 pada awal Mei 2018, artinya posisi tersebut merupakan yang tertinggi dalam lebih dari 2 tahun terakhir.

Setelah mencapai level tersebut, euro mulai berbalik melemah akibat “dicolek” oleh ekonom European Central Bank (ECB) Philip Lane. Selasa lalu, ketika kurs euro menyentuh level US$ 1,2000, Lane mengatakan nilai tukar euro-dolar AS “penting” dalam menentukan kebijakan moneter.

Pernyataan tersebut menjadi indikasi ECB kemungkinan akan bertindak untuk meredam penguatan euro.

Tetapi nyatanya, saat mengumumkan kebijakan moneter, ECB nyaris tidak melakukan apapun untuk meredam penguatan euro. Bos ECB, Christine Lagarde, juga tidak terlalu cemas dengan kinerja impresif euro, dan hanya mengatakan akan memantau dengan cermat.

READ  Nyetir Ugal-Ugalan, Pemotor Ini Bikin Orang Celaka

“Dewan Gubernur mendiskusikan apresiasi euro, tapi seperti anda ketahui kami tidak mentargetkan nilai tukar. Tapi kami akan memantau hal tersebut dengan cermat,” kata Lagarde.

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Sekjen PBSI: Pemain Tak Keberatan Tampil di Kejuaraan Seri Asia

Read Next

Band lokal NTT luncurkan album ketiga setelah vakum sembilan tahun

Tinggalkan Balasan