Konten sensasional vs kelanggengan karier kreator

Kalau membuat konten yang positif, karier bisa mapan dalam jangka panjangJakarta ((AJ)) – Keberhasilan membuat konten yang viral memang bisa mendongkrak popularitas kreatornya, namun ada rambu-rambu yang harus diperhatikan jika ingin karier sang kreator langgeng.

“Banyak yang ingin instan, membuat konten, besok viral,” kata vlogger Edho Zell saat konferensi pers bersama Samsung Electronics Indonesia, Jumat.

Sepanjang kariernya selama 10 tahun terakhir, Edho melihat banyak kreator konten pemula yang ingin cepat namanya melambung, tapi tidak menyadari bahwa popularitas pun memiliki perjalanan.

Tergiur dengan popularitas dan ingin kontennya viral, tidak jarang kreator konten mencari jalan pintas dengan membuat konten yang sensasional, agar dilihat dan dibahas banyak orang.

“Jadinya, buat konten yang sensasional, yang meledak,” kata Edho, yang menggeluti konten kuliner dan jalan-jalan.

Padahal, Edho melihat konten sensasional tidak selalu berdampak bagus bagi perjalanan karier seorang kreator konten.

Dampak jangka pendek, salah satunya, adalah nama sang kreator konten hanya dikenal sesaat dan bisa menjadi sasaran perundungan di dunia siber.

Dalam jangka panjang, membuat konten yang sensasional juga bisa berdampak tidak ada perusahaan atau merek besar yang mau memakai jasa sang kreator.

“Merek-merek besar, yang sudah tahu dunia digital, tidak mau jadikan ‘brand ambassador’ kalau kontennya sensasional,” kata Edho.

“Kalau membuat konten yang positif, karier bisa mapan dalam jangka panjang,” kata Edho.

Demi menjaga dunia maya dipenuhi konten positif, Edho mengajak kreator konten pemula untuk menggali ide dari hal-hal yang mereka sukai, tidak sembarangan membuat konten hanya karena topik tertentu sedang viral.

Menurut Edho, akan terlihat mana seorang kreator membuat konten berdasarkan topik yang disukai dan mana yang hanya mengejar viralitas semata.

READ  Alarm Mobil Sering Berbunyi Sendiri? Begini Cara Lakukan Reset

Ketika sudah mengunggah sebuah konten, usahakan konsisten memperbarui, maka jumlah pengikut dan “view” alias berapa kali video tersebut ditonton akan mengikuti.

Edho juga mengajak pemula memahami bahwa para kreator yang kini sudah memiliki nama besar, tentu diikuti perjalanan panjang dan kerja keras di belakang layar.


Sumber : (1):

admin

Read Previous

Profil Yulia Baltschun, Influencer yang Kritik Buku Diet Tya Ariestya

Read Next

Surat Izin Turun, IBL 2021 Dipastikan Bergulir 10 Maret

Tinggalkan Balasan