Kemristek beri Anugerah Hak Kekayaan Intelektual Produktif-Berkualitas

para penerima award tidak mengendurkan semangat untuk terus melakukan risetJakarta ((AJ)) – Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) memberikan penghargaan Anugerah Hak Kekayaan Intelektual Produktif dan Berkualitas 2020 dalam rangka mendorong sumber daya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkarya dalam bentuk publikasi, kekayaan intelektual dan juga pengelolaan jurnal.

“Kami harapkan para penerima award tidak berhenti atau tidak mengendurkan semangat untuk terus melakukan riset dan inovasi itu sendiri. Justru ini harus di jadikan titik tolak bahwa ke depan riset dan inovasi jadi arus utama untuk pembangunan Indonesia ke depan,” kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro dalam acara Anugerah Hak Kekayaan Intelektual Produktif dan Berkualitas Tahun 2020 yang ditayangkan virtual, Jakarta, Rabu.

Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual menginisiasi program bantuan pemerintah berupa pemberian penghargaan yang meliputi penghargaan Hak Kekayaan Intelektual Produktif, Artikel Ilmiah Berkualitas Tinggi Bidang Kesehatan dan Obat, Artikel Ilmiah Berkualitas Tinggi Bidang Non Kesehatan dan Obat, Penulis Produktif, dan Peningkatan Kualitas Jurnal Ilmiah.

“Kita memberikan penghargaan pada mereka yang mendedikasikan sebagian besar waktunya, energinya untuk bisa tidak hanya sekadar memenuhi persyaratan administrasi kredit untuk naik pangkat tapi lebih mengedepankan kualitas dengan berhasil mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal yang bereputasi dan dengan sitasi yang tinggi,” tutur Menristek Bambang.

Tujuan pemberian penghargaan tersebut adalah untuk meningkatkan motivasi kepada dosen, peneliti, perekayasa dan SDM Iptek lainnya untuk terus berkarya kapanpun juga dalam bentuk publikasi, kekayaan intelektual dan juga pengelolaan jurnal.

Penghargaan diberikan kepada mereka yang menghasilkan hak kekayaan intelektual produktif, mereka yang menghasilkan artikel ilmiah berkualitas tinggi, dan jurnal ilmiah Indonesia bereputasi internasional.

Dalam pemberian penghargaan itu, ada 26 pemenang Anugerah Hak Kekayaan Intelektual Produktif yang berasal dari lima lembaga penelitian, empat perguruan tinggi dan dua badan usaha. Sebanyak 26 pemenang tersebut terpilih dari 361 proposal yang masuk.

Penghargaan juga diberikan kepada 588 artikel ilmiah Indonesia berkualitas tinggi bidang kesehatan dan obat dan 20 artikel ilmiah Indonesia berkualitas tinggi bidang nonkesehatan dan obat.

Penghargaan juga diberikan kepada tiga penulis utama produktif berkualitas tinggi bidang sains dan teknologi, tiga penulis utama produktif berkualitas tinggi bidang sosial dan humaniora, tiga penulis kolaborator internasional produktif berkualitas tinggi, tiga penulis mahasiswa produktif berkualitas tinggi, lima institusi produktif artikel ilmiah berkualitas tinggi bidang kesehatan dan obat, dan 10 institusi produktif artikel ilmiah berkualitas tinggi bidang non kesehatan dan obat.

Penghargaan juga diberikan kepada 57 jurnal Indonesia bereputasi internasional, dan 40 jurnal Indonesia berkualitas menuju indeksasi standar internasional.

Di antara penerima penghargaan itu, ada Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Baltbangtan) yang menghasilkan empat paten, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang menghasilkan dua paten, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang menghasilkan dua paten.

Menristek Bambang berharap semakin banyak dosen dan ilmuwan Indonesia baik di lembaga penelitian maupun di perguruan tinggi yang menghasilkan karya ilmiah dan riset berkualitas dengan jumlah sitasi yang tinggi.

“Dari segi sitasi, semakin tinggi sitasi menunjukkan semakin banyak yang mengakui karya tulis dari para peneliti dan dosen di Indonesia,” katanya.

Terkait penilaian artikel ilmiah, hal yang diperhatikan antara lain artikel sebanyak mungkin dimuat di jurnal kualitas tinggi dan tingkat sitasi yang tinggi. Begitu juga penulis diseleksi dengan mempertimbangkan sejumlah kriteria termasuk dari segi jumlah publikasi, kualitas jurnal ilmiah dan jumlah sitasinya.

Menristek menuturkan kemungkinan anugerah itu akan dibuat rutin setiap tahunnya untuk meningkatkan semangat berkarya dari SDM Indonesia, dan meningkatkan kualitas riset dan jurnal Indonesia di kancah global.

 


Sumber : (1):

admin

Read Previous

Sutan Zico akan perbaiki kelemahan agar bisa kembali ke Timnas U-19

Read Next

Diacuhkan Shin Tae-yong, Sutan Zico Kalem dan Legawa

Tinggalkan Balasan