Kabar Baik! Setelah Bitcoin, Tesla Berencana Borong Emas Guys

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan hari ini, Rabu (10/2/2021). Pelaku pasar dibuat sumringah karena rencana stimulus fiskal di Negeri Paman Sam berjalan mulus.

Pekan lalu, Kongres sudah merestui proposal stimulus dari pemerintahan Presiden Jospeh ‘Joe’ Biden senilai US$ 1,9 triliun. Kemungkinan stimulus bisa mulai bergulir dalam hitungan minggu.

Stimulus akan menambah likuiditas di perekonomian. Pasokan dolar AS yang berlimpah akibat kebijakan moneter longgar yang ditempuh bank sentral AS The Fed membuat greenback mengalami depresiasi terhadap mata uang lainnya.

Pelaku pasar mulai mengantisipasi adanya inflasi yang tinggi akibat banjir stimulus fiskal dan moneter. Investor pun mencari alternatif aset yang dapat melindungi kekayaannya dari erosi akibat inflasi.

Emas adalah salah satunya. Berbeda dengan mata uang fiat yang bisa dicetak kapanpun dan dalam jumlah berapapun (meski tidak bisa seenaknya sendiri), pasokan emas relatif lebih stabil, sehingga cocok digunakan sebagai aset untuk lindung nilai (hedging).

Perlahan-lahan harga emas mulai merangkak naik. Di arena pasar spot harga emas dunia sudah tembus US$ 1.840/troy ons atau menguat 0,17% dibanding posisi penutupan kemarin. Kini harga emas kian mendekati level psikologis US$ 1.850/troy ons.



Tidak hanya investor saja yang melirik emas, korporasi seperti Tesla Inc pun ikut tertarik pada logam kuning ini. Belum lama ini Tesla mengumumkan membeli Bitcoin senilai US$ 1,5 miliar untuk hedging dan rencananya bakal digunakan untuk transaksi. 

Dalam laporannya ke Securities Exchange Commission (SEC), Tesla Inc ternyata juga menyebut aset lain yaitu emas. Perusahaan yang memproduksi mobil listrik tersebut berupaya untuk mengkonversi kasnya dalam bentuk mata uang fiat ke dalam alternatif aset lain.

READ  Pengadilan Jerman Putuskan Fitur Autopilot Tesla Palsu

“Kami dapat menginvestasikan sebagian dari uang tunai tersebut dalam aset cadangan alternatif tertentu termasuk aset digital, emas batangan, exchange traded fund berbasis emas dan aset lainnya seperti yang ditentukan di masa depan,” kata perusahaan dalam laporan ke Komisi Bursa Efek (SEC).

Pembelian Bitcoin oleh Tesla Inc membuat harganya melambung tinggi. Bahkan sampai mencetak rekor terbarunya di atas US$ 40.000 per kepingnya. Kenaikan harga Bitcoin yang tinggi juga menunjukkan adanya aksi spekulasi oleh pasar.

Di tengah likuiditas yang berlimpah dan sentimen terhadap risiko yang mulai membaik, pelaku pasar lebih agresif mengincar aset-aset berisiko yang memberikan cuan lebih tebal seperti saham dan cryptocurrency. Inilah yang menyebabkan mengapa harga emas cenderung tertekan selain rebound dolar AS.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Enggan Rombak Besar-besaran, Gigi Dall’Igna Ungkap Kelemahan Ducati

Read Next

Tom Holland bantah Tobey Maguire & Andrew Garfield di “Spider-Man 3”

Tinggalkan Balasan