Jokowi Geber Pembangunan Tol, Saham Konstruksi Beterbangan

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten sektor konstruksi yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil melesat pada perdagangan hari ini mengekor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi indeks acuan pasar modal Tanah Air yang berhasil naik 0,75%.

Data Refinitiv mencatat indeks saham sektor konstruksi di BEI berhasil melesat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan IHSG yakni 2,85%. Simak tabel berikut.

Data perdagangan mencatat, seluruh emiten konstruksi raksasa berhasil menghijau pada perdagangan hari ini bahkan kenaikan di atas 2%.

Kenaikan hari ini dipimpin oleh emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya yakni PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang berhasil melesat 4,79% ke level Rp 985/unit.

Sedangkan penguatan terkecil dibukukan oleh emiten BUMN Karya lain yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang naik 2,15% ke level Rp 1.425/unit.

Sentimen positif bagi emiten konstruksi adalah dari rencana pemerintah menggenjot pembangunan infrastrukstu.  Pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus membangun proyek-proyek infrastruktur. Sebanyak 12 ruas tol baru ditargetkan mulai konstruksi pada tahun 2021.

Proyek-proyek tersebut dikerjakan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Sebagian merupakan proyek solicited atau yang diprakarsai pemerintah, sebagian lagi adalah unsolicited atau yang diprakarsai badan usaha.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), beberapa ruas sudah mulai dilelang di akhir 2020 ini. Lalu, mana saja 12 ruas tol yang dibangun Jokowi di tahun 2021?

Sementara itu, untuk pasar saham domestik pagi ini sentimen positif datang dari perdagangan hari ini datang setelah Trump secara resmi mengakui kekalahannya meski masih ngotot dirinya dicurangi.

Dalam cuitannya, Trump mengatakan bahwa ” Dia (Biden) menang karena pilpres dicurangi”. Meski demikian, di cuitan selanjutnya Trump kembali berujar bahwa “Kita akan Menang.”

Cuitan tersebut ditafsirkan sebagai pengakuan kemenangan Biden yang membuka peluang bahwa konflik politik bakal tak setinggi yang diperkirakan sebelumnya.

Sebanyak 97% suara telah dihitung, dan NBC News memperkirakan Biden akan mengantongi 306 suara elektoral, sementara Trump hanya mendapatkan 232 suara. Biden juga unggul dari perolehan suara rakyat, dengan selisih hingga 5 juta.

Dengan kepastian kemenangan Biden maka kebijakan Partai Demokrat yang doyan meningkatkan pajak terutama pajak korporasi digadang-gadang akan membawa arus uang masuk ke emerging market baik ke pasar modal maupun sektor riil.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Rebut Gelar Ketujuh F1, Lewis Hamilton Tak Kuasa Luapkan Emosinya

Read Next

Ditanya momongan, ini jawaban Sule

Tinggalkan Balasan