Indonesia Mulai Kebanjiran Modal Asing

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sejak awal tahun aliran modal asing sudah mulai masuk ke negara berkembang. Termasuk juga ke Indonesia.

Berdasarkan data IIF, aliran modal asing masuk ke negara berkembang selama Januari 2021 tercatat US$ 53,5 miliar. Terdiri dari saham US$ 9,4 miliar dan Surat Utang US$ 44,2 miliar.

“Aliran modal asing ke negara emerging melonjak tinggi maka nilai tukar menguat dan nilai bursa saham apresiasi,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (23/2/2021).

Perkembangan tersebut juga berdampak pada Indonesia yang mulai menerima banyak aliran modal asing. Terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai meningkat dibandingkan dengan tahun lalu.

Selanjutnya, Credit Default Swap (CDS) atau persepsi risiko juga mulai menurun dan relatif stabil. Ini disebabkan oleh persepsi risiko global yang menurun serta optimisme program vaksinasi.

“Secara umum kondisi fundamental pasar keuangan di Indonesia menunjukkan perbaikan yang signifikan dan dalam kondisi yang baik,” jelasnya.

Perbaikan global ini diharapkan bisa memperbaiki perekonomian secara keseluruhan. Sehingga target pertumbuhan ekonomi 2021 bisa dicapai yakni 5% di APBN dan kisaran 4,5%-5,3%.

“Tahun 2020 kontraksi dalam sehingga 2021 diperkirakan pertumbuhan tinggi dan 2022 normalisasi,” kata dia.

[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

READ  Mitsubishi dukung pemerintah soal usulan pajak 0 persen mobil baru

admin

Read Previous

Survei Facebook, pengguna Indonesia aktif di medsos selama pandemi

Read Next

Kisah pahlawan super DC Comics akan siar di podcast Spotify

Tinggalkan Balasan