IFSoc: IPO Perusahaan Teknologi Bernilai Strategis Bagi Indonesia

Asaljeplak.my.id –Indonesia Fintech Society (IFSoc) menyambut baik langkah berbagai perusahaan teknologi Indonesia untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) sebagai upaya penguatan modal.

Hal ini memberikan pondasi peningkatan pertumbuhan dan daya saing perusahaan hingga tingkat global.

Ketua Steering Committee IFSoc Mirza Adityaswara memaparkan, perusahaan teknologi telah memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan juga mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dia mengemukakan, perusahaan teknologi melakukan berbagai inovasi melalui aplikasi transportasi, fintech, e-commerce, layanan pesan antar, edutech, hingga pendanaan UMKM (P2P Lending) sehingga roda ekonomi dapat terus berjalan di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga:
Ketua IFSoc Minta BEI Perbaiki Regulasi Agar Startup Gampang IPO

Bahkan, pemerintah telah memanfaatkan fintech untuk mendistribusikan insentif program Kartu Prakerja. Hal ini membuat perusahaan teknologi memiliki pertumbuhan yang sangat masif, sehingga membuat adanya kebutuhan akan modal tambahan. Namun saat ini, investor asing masih mendominasi dibandingkan investor lokal. 

“IPO perusahaan teknologi nasional memiliki arti strategis bagi arah ekonomi digital Indonesia termasuk membuka akses lebih luas dan likuid bagi investor yang ingin ambil bagian dalam perkembangan industri ekonomi digital,” ungkap Mirza dalam Press Briefing IFSoc ‘IPO sebagai Opsi Pendanaan Startup’ secara virtual, Rabu (9/6/2021).

Oleh karena itu, IFSoc memandang perlunya kebijakan yang tepat untuk memfasilitasi tercapainya potensi pertumbuhan dengan tetap mempertimbangkan kaidah perlindungan terhadap investor minoritas.

Steering Committee IFSoc, Rudiantara, menyampaikan bahwa IFSoc mendukung langkah BEI dalam merancang penyesuaian kebijakan untuk mengakomodasi perusahaan teknologi berskala unicorn dan decacorn untuk melakukan IPO di Indonesia.

Mewakili IFSOC, dia ikut serta mendukung inisiatif papan akselerasi dari BEI untuk perusahaan teknologi  non-unicorn agar mendapatkan akses pendanaan yang lebih terbuka baik dari investor dalam negeri maupun asing. 

READ  Jangan ada rasisme di antara kita

Baca Juga:
OJK : IPO Jadi Cara GoTo Berbagi Kepemilikan ke Masyarakat

“Semua penyesuaian kebijakan terkait startup yang hendak IPO harus selalu mengedepankan prinsip-prinsip perlindungan investor minoritas dan publik namun juga tetap memberikan insentif yang menarik bagi potensi masuknya pendanaan dari investor global ke Indonesia,” katanya.

Berita ini telah terbit pertama kali di SUARA

admin

Read Previous

Renault Megane E-Tech Eletric masuk fase praproduksi

Read Next

AMPB bentuk kepengurusan wilayah di Sumatera Utara

Tinggalkan Balasan