IBC Resmi Dibentuk, Jadi Kapan Ini Berdampak ke Ekonomi RI?

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan pembentukan Indonesia Battery Corporation (IBC) akan bisa langsung dirasakan dampaknya pada perekonomian Indonesia mulai 2021-2023.

Wakil Menteri I BUMN Pahala Nugraha Mansury mengatakan dampak yang akan dirasakan langsung dalam pemulihan perekonomian Indonesia pasca-Covid-19.

“Kita harap 2021-2023 ini langsung dirasakan impact karena pengaruh pengembangan ekonomi pasca Covid ini di 2021-2023 jadi diharapkan ada pengembangan yang dirasakan langsung,” kata Pahala dalam konferensi pers virtual Pendirian Indonesia Battery Corporation, Jumat (26/3/2021).

Dia menyebutkan di tahap awal, akan dilakukan studi terlebih dahulu oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan calon mitranya selama 6 bulan.

Setelah itu akan dilakukan produksi tahap pertama, namun memang belum sesuai dengan target pengembangan hingga 190 GWh (giga watt hour).

Menurut dia, tahun ini juga akan dilakukan investasi pengembangan battery cell di hilir dan investasi tersebut dilakukan langsung dari empat BUMN yang akan menggelontorkan investasi untuk pembangunan pabrik tersebut.

Untuk tahap pertama akan dilakukan pembangunan untuk produksi baterai dengan kapasitas 10 GWh-30 GWh. Namun peningkatan akan terus dilakukan seiring dengan bertambahnya mitra yang akan digandeng oleh IBC.

“Kalau ditanya apakah akan ada pengaruh, ada namun belum sebesar apa yang menjadi visi kita bersama sampai 190 GWh mungkin awalnya kapasitas rendah tetapi selain dari itu 6 bulan setelah ini Antam dan calon mitra akan lakukan studi dan setelah selesai akan lakukan pengembangan mining-nya dan lakukan smelting facility,” jelasnya.

Adapun pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN resmi menyampaikan pembentukan IBC. Pendirian IBC merupakan transformasi kemajuan Indonesia ke depan. Adanya pandemi covid-19 mempercepat proses mempercepat transformasi ke arah industri baterai listrik.

Perusahaan holding ini merupakan patungan (joint venture/JV) dari empat perusahaan BUMN antara lain PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)/Inalum atau MIND-ID, Antam, PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

READ  Halo Nasabah Jiwasraya, Ini Update Soal Restrukturisasi Polis

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Formula 1: Verstappen Tercepat, Hamilton Nomor Empat di FP1 GP Bahrain

Read Next

YouTube Originals hadirkan serial dokumenter “K-pop Evolution”

Tinggalkan Balasan