Heboh Vaksin Moderna, Harga Emas Gak Kuat Nanjak ke US$ 1.900

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga logam mulia emas cenderung flat pada perdagangan pagi ini, Selasa (17/11/2020). Berbeda dengan sebelumnya, kali ini berita positif kandidat vaksin Covid-19 tak membuat harga emas terjun bebas seperti sebelumnya.

Pada 08.50 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat tipis, bahkan cenderung flat dengan apresiasi 0,03% dibanding posisi penutupan kemarin. Harga emas dipatok di US$ 1.888,55/troy ons. 

Harga emas mulai bangkit pascaambles 4,6% dalam sehari menyusul pada 9 November lalu ketika Pfizer dan BioNTech mengumumkan bahwa kandidat vaksin Covid-19 buatan mereka memiliki tingkat keampuhan lebih dari 90%. 


Setelah Pfizer dan BioNTech, giliran Gamaleya Research Institute yang mengumumkan bahwa kandidat vaksin Sputnik V memiliki tingkat efficacy sebesar 92%. Semalam Moderna Inc juga melaporkan bahwa kandidat vaksin yang mereka kembangkan memiliki tingkat keampuhan mencapai 94,5%. 

“Kita akan memiliki vaksin yang dapat menghentikan Covid-19,” kata Presiden Moderna Stephen Hoge dalam wawancara telepon dengan Reuters. 

Optimisme bahwa ekonomi akan kembali pulih membuat pasar merespons positif kabar menggembirakan itu. Tiga indeks utama saham Wall Street ditutup di jalur hijau dengan Dow Jones Industrial Average memimpin kenaikan dengan apresiasi 1,6%. 

Namun kabar soal vaksin ini tak serta merta membuat harga emas langsung anjlok begitu saja mengingat dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19 terhadap perekonomian sangatlah besar. 

Setidaknya data-data ekonomi terbaru masih menunjukkan bahwa ekonomi belum pulih benar dari sekaratnya. Bahkan cenderung terancam semakin parah dengan maraknya lockdown di Eropa akibat lonjakan kasus infeksi Covid-19 di banyak negara Benua Biru tersebut. 

Senin awal pekan ini, Federal Reserve New York mengatakan indeks kondisi bisnis umum dari survei manufaktur Empire State jatuh ke level 6,3 pada November, turun secara signifikan dari bulan Oktober 10,5. Angka itu lebih buruk dari yang diharapkan karena perkiraan konsensus memprediksi bakal ada kenaikan ke level 13,8.

Para ekonom dan analis pasar telah mencatat bahwa meskipun vaksin merupakan kabar baik bagi ekonomi global, pandemi global telah menimbulkan banyak kerusakan pada perekonomian.

Para ekonom mencatat bahwa data terbaru dari Federal Reserve New York tersebut sudah menjadi salah satu bukti yang menunjukkan bahwa perekonomian masih membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama.

Ke depan sentimen di pasar emas masih diyakini masih akan memberikan tekanan ke atas pada harga logam kuning itu. Bank investasi global Goldman Sachs tetap mempertahankan target harga emas di US$ 2.300/troy ons untuk tahun 2021.

Sementara itu TD Securities memiliki pandangan yang lebih bullish terhadap emas dengan memproyeksikan harga bakal tembus level fenomenal US$ 2.500/troy ons untuk tahun depan. 

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Top 5 Sport: Vinales Kepergok Elus-elus Motor Suzuki, Menyesal Pindah?

Read Next

BTS borong 4 penghargaan di People’s Choice Awards

Tinggalkan Balasan