Hari Susu Sedunia: Tujuan dan Fakta Menarik

Asaljeplak.my.id –Sejak tahun 2001, Food and Agriculture Organization (FAO) menetapkan Hari Susu Sedunia atau World Milk Day setiap tanggal 1 Juni. Apa itu Hari Susu Sedunia? Simak penjelasannya berikut ini.

Tema Hari Susu Sedunia 2021

Tahun 2021 menjadi tahun ke-20 masyarakat dunia merayakan Hari Susu. Hari Susu Sedunia tahun ini mengambil tema Enjoy Dairy dengan harapan semua orang di seluruh dunia dapat menikmati produk olahan susu tanpa memandang status sosial dan ekonomi. Semangat ini sejalan dengan sejarah dicanangkannya Hari Susu Sedunia.

Hari Susu Sedunia digagas FAO untuk menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat global akan pentingnya peran susu dalam kesehatan masyarakat dunia. Kesehatan secara berkelanjutan akan berperan dalam pembangunan di sektor lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Baca Juga:
40 Ucapan Hari Lahir Pancasila, Dibagikan ke Teman atau Status WA dan IG

Tujuan Peringatan Hari Susu Sedunia

Kendati begitu, kesehatan dan pemenuhan nutrisi bukanlah satu-satunya poin utama dalam peringatan hari susu. Momentum ini sekaligus digunakan untuk mendukung industri susu yang menjadi mata pencaharian bagi satu miliar orang di dunia. Beberapa negara seperti Selandia Baru, Jerman, dan Rusia bahkan menjadikan susu sebagai komoditas utamanya.

Saat ini, Hari Susu Sedunia diperingati di 104 negara. Itu berarti ratusan negara menyadari peran penting produk susu dan olahannya baik dari segi kesehatan maupun keberlangsungan industri.

Sayangnya, baru-baru ini FAO menyatakan industri susu menjadi salah penyumbang emisi karbon terbanyak di dunia dan berpotensi memperparah krisis iklim. Momentum Hari Susu Sedunia tahun ini juga diharapkan menjadi tonggak pencanangan teknologi rendah karbon dalam proses produksi susu.

Cara Merayakan Hari Susu Sedunia saat Pandemi

READ  Siapkan konten baru, Netflix akan produksi sendiri film Korea

Baca Juga:
Link Twibbon Hari Lahir Pancasila 1 Juni dan Cara Download

Masyarakat dunia merayakan Hari Susu dengan cara kreatif. Mereka biasanya membuat festival di peternakan, konferensi, konser, dan aksi lingkungan. Sayangnya, pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga hari ini memaksa perayaan dialihkan ke jalur virtual.

  • «
  • 1
  • 2
  • »

Berita ini telah terbit pertama kali di SUARA

admin

Read Previous

Lontarkan Kalimat Ini, Wizzking Akan Keluar dari RRQ Hoshi?

Read Next

PSIS Semarang siap taati hasil Kongres PSSI

Tinggalkan Balasan