• September 27, 2020

Hari Radio Nasional, ini beda radio dan podcast

Jakarta ((AJ)) – Belakangan ini siaran yang disampaikan melalui audio atau podcast menjadi semakin populer, yang kian bermunculan mewarnai platform streaming.

Sama-sama menghadirkan konten audio, podcast menjadi “versi kekinian” dari Radio. Keduanya juga memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan informasi, edukasi maupun hiburan kepada pendengar.

Namun, keduanya juga memiliki sejumlah perbedaan. Perbedaan utama antara siaran radio dan podcast terletak pada teknis pembuatan, dikutip dari laman buzzsprout.

Podcast dapat direkam, kemudian diedit atau masuk dalam proses pasca-produksi. Sementara, radio merupakan siaran langsung. Meskipun ada beberapa segmen radio yang direkam sebelumnya, siaran radio tidak melalui proses penyuntingan.

Podcast adalah layanan on-demand, yang memungkinkan pendengar untuk mendengarkan konten yang hanya ingin mereka dengarkan, bahkan mengunduh episode tertentu sesuai keinginan mereka.

Sementara radio, dikutip dari laman Radio.co, memiliki waktu siaran yang terjadwal. Pendengar yang sedang tidak ingin mendengarkan sebuah konten radio akan beralih dari satu saluran radio ke yang lainnya.

Radio juga memiliki “racikan” tersendiri dalam sebuah acara, misalnya komposisi musik, berita, iklan, wawancara atau sesi telepon dengan pendengar, yang tidak ada di podcast — sebabnya, penyiar radio selalu memperkenalkan diri, stasiun dan saluran radio juga topik yang sedang dibicarakan, saat berganti segmen.

Sedangkan, podcaster dapat menentukan format podcast sendiri, mulai dari durasi hingga topik podcast.

Selanjutnya, radio dan podcast memiliki target pendengar yang berbeda. Radio cenderung menargetkan pendengar luas dengan membuat berbagai macam konten dengan topik yang bervariasi, sehingga pendengar dapat setia dengan salurannya.

Berlawanan dengan itu, podcast mencoba untuk menargetkan ceruk pasar pendengar yang lebih sempit berdasarkan fokus pada topik yang lebih bersifat individu.

READ  Acer Predator Triton 500 Diboyong ke Indonesia, Harga Tembus Rp 50 Juta

Secara konten, radio biasanya menyajikan topik yang sedang tren. Sehingga kesuksesan radio dinilai pada jumlah pendengar saat itu, atau bisa dikatakan radio memiliki periode yang singkat.

Sebaliknya, konten podcast dapat dinikmati kapan saja sesuai minat pendengar — ada podcast khusus cerita horor, misalnya, meskipun memang ada beberapa podcast membahas tentang berita terkini di tengah masyarakat.


Sumber : (1):

admin

Read Previous

Masih Muda Terobsesi Oplas, Penampilan Remaja Ini Jadi Susah Dikenali

Read Next

Bantah Pensiun, Valentino Rossi Tertawakan Rumor yang Beredar

Tinggalkan Balasan