Harga CPO Masih Lesu 0,86% Pekan Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga komoditas minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) kembali melemah pada perdagangan pekan ini, melanjutkan pelemahan pada pekan sebelumnya.

Sepanjang pekan ini, harga CPO di bursa Malaysia terkoreksi 0,86% secara point-to-point ke level RM 3.692/ton. Namun, pelemahan pada pekan ini mulai mereda dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang terkoreksi hingga 9,72%.

Hal ini karena reli panjang harga CPO yang pernah terbentuk pun juga membutuhkan koreksi sehat. Namun, beberapa pengamat memperkirakan bahwa harga CPO tetap akan bullish untuk sisa tahun ini, seperti pengamat yang hadir di Konferensi Prospek Harga Minyak Kelapa Sawit dan Lauric 2021 yang dilaksanakan selama dua hari.

Wakil Ketua Asosiasi Kelapa Sawit Indonesia Togar Sitanggang mengatakan dia tetap optimis dan memperkirakan CPO akan diperdagangkan pada kisaran RM 4.100-RM 4.715 per ton pada paruh pertama tahun ini.

Sebaliknya, direktur Godrej International Ltd Dorab Mistry, memiliki pandangan yang paling bearish karena dia memperkirakan harga CPO akan turun drastis menjadi RM 2.700 per ton mulai Juli.

Editor dan CEO Oil World Thomas Mielke mengatakan dia memperkirakan harga mulai turun pada kuartal kedua. Namun, dia mengatakan penurunan akan moderat selama stok tetap rendah.

Menurut beberapa analis, harga minyak nabati global mendekati puncaknya tetapi mungkin lambat untuk turun ke level sebelumnya karena stok yang rendah, pemulihan yang lambat dalam produksi dan permintaan global yang lebih tinggi dalam produksi biofuel.

Harga minyak nabati utama seperti minyak sawit dan minyak kedelai kemungkinan telah mencapai puncak tertingginya dalam beberapa tahun terakhir pada tahun 2021.

“Untuk 2021, perkiraan (produksi) saya telah dipangkas dari 20 juta ton menjadi 19,6 juta ton di Malaysia dan dari 49 juta menjadi 48 juta untuk Indonesia,” kata Dorab Mistry, direktur perusahaan barang konsumen India Godrej International sebagaimana diwartakan Reuters.

“Pasokan minyak sawit dunia diperkirakan akan meningkat 3 juta ton pada tahun 2021 setelah mengalami penurunan sebesar 2,5 juta ton tahun lalu,” tambah Mistry.

READ  Partai Golkar gelar bimbingan teknis untuk Pilkada serentak 2020

Bagaimanapun juga penurunan harga yang terjadi pada perdagangan intraday Jumat (26/3/2021) lalu menunjukkan bahwa reli panjang harga CPO yang sudah terjadi juga membutuhkan koreksi sehat.

Lagipula di pasar global kejatuhan harga minyak mentah juga menjadi sentimen negatif untuk harga CPO. Maklum karena CPO merupakan salah satu bahan baku biodiesel sebagai bahan bakar alternatif minyak.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Hasil F1 GP Bahrain 2021: Tahan Gempuran Verstappen, Hamilton Juara

Read Next

Prekuel “Jujutsu Kaisen 0” siap diadaptasi ke bentuk film

Tinggalkan Balasan