Giliran IHSG Capai 6.100, Asing Malah Great Sale 10 Saham Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Investor asing tercatat melakukan jual bersih (net sell) di sejumlah saham papan atas di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis kemarin (10/6), dengan jual bersih terbesar terjadi pada emiten menara telekomunikasi Grup Saratoga yakni PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Selain TBIG, saham dengan catatan net sell terbesar dibukukan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), emiten multifinance yang disokong private equity Northstar Pacific dan TPG.

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tajinya dengan menguat 0,99%, tembus level psikologis 6.100 ke posisi 6.107,538 pada penutupan sesi II perdagangan Kamis kemarin.

Menurut data BEI, ada 267 saham naik, 201 saham merosot dan 177 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 12,03 triliun dan volume perdagangan mencapai 24,26 miliar saham.

Secara total, investor asing pasar saham masuk ke Indonesia dengan catatan beli bersih (net buy) asing mencapai Rp 239,12 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 239,12 miliar.

Berikut saham-saham yang dilepas asing pada perdagangan Kamis kemarin.

Top Net Foreign Sell (10/6), Reguler

1. Tower Bersama Infrastructure (TBIG), net sell Rp 122 M, saham -5,54% Rp 3.070

2. BFI Finance (BFIN), Rp 90 M, saham +2,98% Rp 865

3. PGN (PGAS), Rp 41 M, saham +2,68% Rp 1.150

4. Bank BTN (BBTN), Rp 35 M, saham -0,93% Rp 1.590

5. Mitra Keluarga (MIKA), Rp 29 M, saham 0,00% Rp 2.440

6. Matahari Department (LPPF), Rp 26 M, saham 0,00% Rp 1.920

7. United Tractors (UNTR), Rp 22 M, saham -3,32% Rp 22.600

8. JAPFA (JPFA), Rp 21 M, saham +1,45% Rp 2.100

9. Bukit Asam (PTBA), Rp 11 M, saham -0,90% Rp 2.200

10. Sarana Menara (TOWR), Rp 11 M, saham +0,81% Rp 1.245

Berikut saham-saham yang diburu oleh investor asing pada Kamis kemarin.

Saat ini pasar saham masih diwarnai sentimen taper tantrum dalam sepekan terakhir. Taper tantrum atau sentimen pengurangan stimulus bank sentral AS (the Fed) akibat adanya normalisasi perekonomian di Negeri Paman Sam memang diperkirakan akan terjadi di tahun depan, dan ini diprediksi akan membawa aliran dana keluar (outflow) dari dalam negeri.

Sentimen ini pun dinilai akan membuat pasar saham bisa terkoreksi di kisaran 10%-20%, tampak dari pergerakan IHSG nantinya.

SVP Research Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial menilai taper tantrum yang mungkin akan terjadi tahun depan ini akan memiliki efek yang sama dengan yang terjadi pada 2012-2013 silam.

“Akan ada penyesuaian ketika ada ancaman inflasi, adanya penurunan pembelian surat utang negara, tetapi koreksi pasti ada, kurang lebih tidak jauh dari 2012. More or less 10%-20% koreksinya [IHSG],” kata Janson dalam program InvesTime.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

READ  Timnas U-16 Indonesia ditaklukkan UAE 2-3

admin

Read Previous

MotoGP Styria dan Austria 2021 Bakal Dipadati Penonton di Sirkuit

Read Next

Luna Maya digandeng Tokau hadirkan NFT karya digital edisi terbatas

Tinggalkan Balasan