Erick Thohir Rombak Komisaris Semen Baturaja

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) rombak jajaran Komisaris PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR). Ini sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2020.

Dalam RUPTS ini diputuskan perubahan susunan pengurus Perseroan dengan penambahan pengangkatan Komisaris Independen PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Chowadja Sanova. Maka susunan Pengurus Perseroan yang baru berdasarkan keputusan RUPST Tahun Buku 2020 sebagai berikut:

Komisaris

  • Komisaris Utama : Franky Sibarani
  • Komisaris : Oke Nurwan
  • Komisaris Independen : Darusman Mawardi
  • Komisaris Independen : Endang Tirtana
  • Komisaris Independen : Chowadja Sanova

Direksi

  • Direktur Utama : Jobi Triananda Hasjim
  • Direktur Produksi & Pengembangan : Daconi
  • Direktur Keuangan & Manajemen Risiko : M. Jamil
  • Direktur Umum & SDM : Amrullah
  • Direktur Pemasaran : Mukhamad Saifudin

Selain itu, RUPST ini juga menyetujui laporan mengenai kinerja perusahaan selama tahun buku 2020. Direktur Utama (Dirut) SMBR, Jobi Triananda Hasjim, mengatakan, perseroan mampu membukukan kinerja positif dengan memaksimalkan pendapatan dengan capaian Rp 1,72 Triliun serta meningkatkan EBITDA menjadi Rp 416,4 Miliar atau meningkat 2% dari tahun 2019.

“Kinerja positif ini merupakan hasil dari berbagai inisiatif strategis yang telah dilakukan oleh manajemen untuk mendorong upaya peningkatan pendapatan. Dengan efisiensi biaya produksi dan biaya usaha, perbaikan sistem distribusi dan penataan distributor mampu menekan harga pokok secara signifikan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (27/5/2021).

Perseroan mendorong upaya peningkatan pendapatan dengan mencatatkan volume penjualan semen sebesar 1,93 juta ton dan penjualan non semen lainnya seperti white clay, semen mortar, beton porous, dan lainnya. Penyumbang penjualan terbesar masih diperoleh dari penjualan semen bungkus yang tersebar pada para distributor wilayah-wilayah pemasaran Semen Baturaja.

Inisiatif strategi yang telah dilakukan ini dibawa kembali perseroan di tahun 2021, dan mampu mencatatkan kenaikan pendapatan pada Triwulan I 2021 sebesar 20% yoy dengan perolehan Rp 394 miliar. Keberlanjutan pada efisiensi biaya juga mampu menurunkan beban pokok penjualan 21% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 hingga Triwulan I 2021, laba bersih Perseroan positif Rp 17,9 miliar.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di wilayah Sumatera, SMBR mampu menjaga pertumbuhan penjualan untuk memenuhi demand di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Wilayah Sumatera memiliki pertumbuhan semen positif dengan demand yang meningkatkan volume penjualan pada Triwulan I 2021 sebesar 22% menjadi 452.931 ton.

Melalui berbagai strategi yang dilakukan guna meningkatkan kinerja perseroan antara lain, kebijakan kualitas produk yang menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, kebijakan kontinuitas suplai seperti kesiapan armada angkutan hingga buffer stock di wilayah-wilayah penjualan strategis dan penjualan produk turunan seperti white clay, semen mortar, beton porous dan lainnya.

Perseroan optimis jika target penjualan tahun 2021 ini dapat tercapai dikarenakan adanya peningkatan APBN 2021 untuk infrastruktur sebesar 47,3% menjadi Rp 414 triliun dan pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan akan meningkat 4-5%.

“Pemerintah telah memulai proyek-proyek strategisnya dan Semen Baturaja telah ikut serta dalam proyek strategis pemerintahan yang memberikan peluang bagi perseroan untuk meningkatkan volume penjualan dan mengatasi oversupply semen,” tutupnya.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

READ  Ducati dan MT Distribution hadirkan lini baru sepeda lipat elektrik

admin

Read Previous

PBSI Beberkan Alasan Penunjukan Fadil sebagai Sekjen

Read Next

Cuplikan “Eternals” tembus 77 juta views di hari pertama tayang

Tinggalkan Balasan