DPR sampaikan keprihatinan kericuhan di gedung Kongres AS

Jakarta ((AJ)) – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menyampaikan keprihatinannya terkait aksi pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menduduki gedung Kongres AS dan bertindak anarkis yang akhirnya menyebabkan tertundanya sidang dengar pendapat hasil Pilpres AS 2020.

“DPR RI turut prihatin adanya tindakan anarkis oleh pendukung kandidat tertentu terhadap rumah parlemen (Capitol Hill) yang berdampak pada diskursus supremasi hukum Amerika,” kata Azis dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dia menilai tindakan para demonstran sangat tidak terpuji serta tidak dapat dibenarkan. Menurut dia, AS adalah negara yang memiliki fondasi demokrasi yang sangat kuat, sehingga sangat disesalkan tindakan anarkis yang terjadi oleh sekelompok orang.

“Kami harapkan legitimasi proses hukum pengumpulan hasil Pilpres AS tahun 2020 dapat segera teratasi sesuai dengan norma-norma demokrasi dan mekanisme hukum setempat,” ujarnya.

Azis menilai tindakan anarkis itu sebagai tindakan melawan hukum yang patut ditindak tegas sesuai dengan mekanisme hukum setempat.

Menurut dia, kebebasan menyampaikan pendapat sudah selayaknya menghormati terhadap tanggung jawab konstitusi dan hukum perundang-undangan yang harus diikuti serta demi tegaknya keadilan.

“Kemenangan demokrasi secara etis dibangun dengan kesopanan, kehormatan, integritas, dan hukum,” katanya.

Azis menegaskan bahwa isu Pilpres AS sepenuhnya adalah urusan dalam negeri AS namun Indonesia sebagai negara sehabat mengharapkan para kandidat dapat “legowo” dan saling merangkul terlebih di masa pandemi COVID-19.

Menurut dia, di masa pandemi COVID-19 dibutuhkan kerja keras dalam membangun roda perekonomian suatu negara maupun secara global.

Politikus Partai Golkar itu mencontohkan Indonesia yang mampu menyelesaikan perbedaan persepsi politik secara demokrasi yang damai berdasarkan prinsip gotong royong.

“Menghargai upaya Presiden terpilih Amerika Joe Biden mengemban amanah pekerjaan saat ini dan pekerjaan empat tahun ke depan harus pemulihan demokrasi, kesusilaan, kehormatan, rasa hormat, supremasi hukum, kesopanan, sederhana,” ujarnya.

READ  Anggota DPR ingatkan potensi kecurangan jelang Pilkada 2020

Selain itu, menurut dia, adalah pembaruan politik yang membahas tentang memecahkan masalah, saling memperhatikan, tidak menyalakan “api” kebencian dan kekacauan. Dia berharap kekisruhan politik dalam negeri AS segera teratasi.


Sumber : (1):

admin

Read Previous

IKEA Digugat Rp 543 Miliar di PN Tangerang

Read Next

Indonesia Jadi Target Utama Serangan Malware di Dunia Terkait Covid-19

Tinggalkan Balasan