Dow Futures Naik Tipis Sambut Pernyataan Yellen Soal Stimulus

Jakarta, CNBC Indonesia – Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada perdagangan Jumat (19/2/2021), menyambut pernyataan Menteri Keuangan Janet Yellen mengenai pentingnya paket stimulus pandemi bagi pemulihan ekonomi AS.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average menguat, mengindikasikan bahwa indeks bursa AS tersebut bakal dibuka melesat 55 poin, Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq juga bergerak positif, masing-masing naik sebesar 0,2% dan 0,3%.

Kepada CNBC International, Yellen mengatakan bahwa paket stimulus yang besar masih akan diperlukan untuk agar mesin pertumbuhan ekonomi berputar lebih cepat. Dia meyakini bahwa paket stimulus US$ 1,9 triliun bakal membantu tercapainya target penyerapan kerja tahun ini.

“Kami menilai sangat penting untuk memiliki paket besar yang menyasar kepedihan yang membuat 15 juta warga Amerika telat membayar sewa, 24 juta orang dewasa dan 12 juta anak-anak kesulitan pangan, dan usaha kecil tutup,” ujar Yellen.

Harga yang harus dibayar dalam jangka panjang jika pemerintah tak melakukan apapun, lanjut dia, akan lebih besar dibandingkan jika pemerintah mengambil kebijakan stimulus jumbo tersebut.

Reli pasar saham akhir-akhir ini terganjal oleh kekhawatiran seputar kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS di tengah risiko inflasi. Yield surat utang pemerintah bertenor 10 tahun-yang menjadi acuan pasar-kembali melampaui level 1,3%.

Yield naik ketika inflasi menguat karena investor yakin bank sentral akan mengerem kebijakan longgarnya dan mengurangi pembelian aset. Imbal hasil yang tinggi bisa memicu lonjakan beban emiten obligasi yang pada gilirannya juga menekan kinerja mereka dan saham mereka di bursa.

Namun, Yellen menilai bahwa inflasi bukanlah faktor yang perlu dikhawatirkan karena yang saat ini perlu dikhawatirkan justru ketakutan konsumen dan efek pandemi terhadap kehidupan masyarakat luas dalam jangka panjang.

READ  Saat Bill Gates Bisa Kerek Saham IPO Hampir 250%, Kok Bisa?

Di sisi lain, data terbaru klaim awal pengangguran juga lebih buruk dari ekspektasi yakni menembus angka 861.000, sementara proyeksi ekonom dalam survey Dow Jones hanya memperkirakan angka 773.000.

“Alasan terbesar di balik penilaian kami akan reli lanjutan bergantung pada terjaganya kepercayaan bahwa pendorong utama pasar masih akan tetap mengada,” tutur Scott Wren, perencana keuangan senior Wells Fargo dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Salah satu pendorongnya adalah stimulus tambahan dari Kongres yang akan menolong menjembatani jarak antara kondisi sekarang dan ketika vaksin sudah didistribusikan secara luas nantinya.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq sepekan ini melemah masing-masing sebesar 0,5% dan 1,6% atau kian dekat dengan peluang mencetak reli mingguan selama 2 pekan beruntun. Di sisi lain, Dow Jones menguat 0,1% sepanjang pekan berjalan.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Asyik, Tim Balap Valentino Rossi Mulai Dilirik Yamaha

Read Next

Berita Pilihan: Kalina Batal Nikah, Pasha Ungu Diusung Jadi Cagub DKI

Tinggalkan Balasan