Dow Futures Melemah Tipis, Menyambut Kenaikan Kasus Covid-19

Jakarta, CNBC Indonesia – Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (20/11/2020) melemah, menyusul memburuknya penyebaran virus Corona yang mengaburkan prospek pemulihan ekonomi.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average melemah 50 poin, sementara harga kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq cenderung tak berubah.

Perbedaan pendapatan antara Kementerian Keuangan dan otoritas moneter (Federal Reserve/The Fed) mengenai keberlanjutan pendanaan beberapa program yang dijalankan terkait pemulihan ekonomi ikut memperburuk sentimen pasar.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada Kamis mengumumkan rencana mengizinkan program pinjaman darurat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan berakhir pada 31 Desember, mengurangi kemampuan bank sentral menjaga sistem keuangan.

Sentimen positif yang bakal mengangkat pasar adalah kesepakatan pimpinan majelis rendah Chuck Schumer (senator dari Partai Demokrat) dan pimpinan majelis tinggi Mitch McConnell dari partai Republik untuk melanjutkan pembahasan stimulus.

Kabar positif muncul dari vaksin Pfizer dan BioNTech yang bakal mengajukan izin penggunaan darurat pada Balai Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA) pada Jumat. Pengiriman vaksin bisa dilakukan hanya beberapa jam setelah izin turun.

Meski demikian, kabar tersebut tak cukup membuat pasar senang, karena laporan CNBC Analysis menyebutkan bahwa rerata harian infeksi baru Covid-19 d AS pada Rabu mencetak rekor tertinggi baru menjadi 161.165, atau melesat 26% dalam sepekan.

Pemenang pemilihan presiden (pilpres) AS Joe Biden menyatakan bahwa pihaknya tak akan memberlakukan karantina wilayah (lockdown) ketat menjelang hari libur Thanksgiving, menyebut kebijakan tersebut sebagai “kontraproduktif”.

“Pasar bergerak campur aduk karena investors mencerna kenaikan indeks saham akhir-akhir ini, yang diikuti memburuknya penyebaran Covid-19,” tutur Tony Dwyer, Kepala Perencana Investasi Canaccord Genuity dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Ungkap Alasan Gigit Holyfield, Mike Tyson: Saya akan Melakukannya Lagi

Read Next

BTS resmi rilis album “BE”

Tinggalkan Balasan