Digitalisasi Jadi Senjata Akselerasi Ekonomi Syariah RI

Jakarta, CNBC Indonesia–  Pada era revolusi industri 4.0, setiap sektor industri terus menerapkan digitalisasi atau pemanfaatan teknologi digital. Hal ini tak terlepas dari faktor kemajuan teknologi digital dan meningkatnya pengguna internet di Indonesia. Salah satu industri yang terus mendorong pemanfaatan teknologi digital adalah ekonomi dan perbankan syariah.

Direktur Operasional PT Bank BRIsyariah Tbk, Fahmi Subandi, menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi tools yang dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Jika terus dimanfaatkan maka potensi ekonomi dan perbankan syariah dapat semakin dimaksimalkan.

“Digitalisasi sekarang jadi tren bisnis yang harus dimanfaatkan. Digitalisasi dan inklusi keuangan menjadi tools yang bisa dimanfaatkan untuk mem-boosting pertumbuhan ekonomi syariah,” ujar Fahmi.

“Di BRIsyariah, kami bersyukur pada masa pandemi transaksi di BRIsyariahsekitar 80% dilakukan di gadget lewat aplikasi mobile banking BRIS Online. Konten digital terus tumbuh, dari transfer, belanja online, bayar zakat, beli sukuk, hingga melunasi haji sehingga jangkauan layanan syariah bisa lebih jauh,” tambahnya.

Kinerja BRIsyariah pada semester 1-2020 memang mencatat hasil yang memuaskan. Hal ini didorong oleh penggunaan teknologi untuk melakukan penawaran secara daring serta memaksimalkan layanan perbankan digital seperti pembayaran atau transfer melalui aplikasi mobile BRIS Online dan aplikasi i-Kurma untuk mengakselerasi proses pembiayaan.

Fahmi melanjutkan bahwa seluruh stakeholders ekonomi dan perbankan syariah telah aktif dalam meningkatkan inklusi syariah. Seperti Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), dan pelaku bisnis ekonomi serta layanan keuangan syariah.

“KNEKS, Asbisindo, dan semuanya telah aktif untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah. Kita harus boost terus agar masyarakat terbiasa dengan produk-produk dan terminologi syariah karena masyarakat saat ini masih sering membandingkan antara bank syariah dan konvensional,” ujar Fahmi.

READ  18 tahun di Indonesia, populasi Mitsubishi Triton capai 117.000 unit

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Malaysia Padukan Pemain Muda dan Berpengalaman di Piala Thomas dan Uber

Read Next

Cara Cinta Laura mengatasi rasa “insecure”

Tinggalkan Balasan