Di balik buku puisi baru Theoresia & Weslly yang lahir saat pandemi

Jakarta (AJ) – Pasangan penyair Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes kembali menghadirkan buku puisi baru, kali ini berjudul “Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi” yang dibuat di tengah pandemi. 

Theo mengakui tahun 2020 terasa kelam tetapi sekaligus paling terang untuk proses proses kekaryaan dia dan Weslly yang sejauh ini menulis tiga buku puisi digital dan menyelesaikan naskah buku “Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi”.

“Seperti dua buku puisi sebelumnya, proses berbalasan puisi satu dengan yang lain tetap kami lakukan. Saya ingat buku puisi “Tempat Paling Liar di Muka Bumi”, saya dan Weslly sempat berkirim puisi melalui pesan pendek (SMS),” kata Theo melalui siaran persnya, ditulis Sabtu.

Sementara untuk buku puisi “Cara-Cara Tidak Kreatif untuk Mencintai”, dia dan Weslly memanfaatkan aplikasi pesan WhatsApp. Kini untuk buku puisi “Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi”, mereka berbalasan mengirim puisi melalui e-mail.

Editor senior Gramedia Pustaka Utama, Siska Yuanita mengatakan, “Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi mengambil format percakapan antara Theo dan Weslly yang menciptakan kontinuitas dari awal hingga akhir.

Sesekali mereka mengambil satu kata atau frasa dari sajak sebelumnya dan memasukkannya ke sajaknya sendiri sehingga percakapan mengalir lancar dan terkadang menuju ke arah lain. “Eksperimen yang menarik dari pasangan penulis yang makin matang ini,” kata dia.

Saat ini, “Percakapan Paling Panjang Perihal Pulang Pergi” sedang berada dalam periode prapesan di beberapa toko buku online dan marketplace sampai dengan 14 Februari mendatang. Setelahnya, buku puisi ini dijadwalkan tersedia reguler di toko buku mulai 3 Maret 2021.


Sumber : (1):

READ  Klasemen Liga Inggris Pekan ke-37 Usai Arsenal Ditaklukkan Aston Villa

admin

Read Previous

Kasihan.. Saham Lapis Kedua Ini Masuk Jajaran Top Losers

Read Next

Usung Nama ‘Jamil’ Peserta Bintang Suara Ini Saudara Saipul Jamil?

Tinggalkan Balasan