Bursa Saham AS Dibuka Variatif, Nasdaq Bangkit Kembali

Asaljeplak.my.id –Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka variatif cenderung menguat pada perdagangan Rabu (31/3/2021), di tengah antisipasi investor terhadap dampak belanja infrastruktur Presiden AS Joe Biden.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,4% pada pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan sejam kemudian berbalik minus 28,6 poin (-0,09%) ke 33.038,34. Namun, S&P 500 naik 16,9 poin (+0,43%) ke 3.975,43 dan Nasdaq lompat 195,2 poin (+1,5%) ke 13.240,61.

Saham Apple naik 2.4%, diikuti Amazon, Microsoft, Netflix dan Facebook. Saham teknologi tersebut menguat setelah imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang sempat menyentuh level tertingginya 14 bulan di 1,77% melandai menjadi 1,73% malam (WIB) ini.

Biden bakal mengumumkan detil rencana program infrastruktur pada malam (WIB) nanti. Paket bernilai US $ 3 triliun tersebut dibarengi larangan mengalihkan laba usaha ke luar negeri dan penaikan pajak korporasi menjadi sebesar 28% untuk membiayai program itu selama 15 tahun.

“Stimulus ekonomi tidak lagi 100% bijaksana di mata pelaku pasar… karena akan memicu imbal hasil lebih tinggi, kenaikan ekspektasi inflasi dan tergerusnya ide bank sentral akan pertahankan kebijakan sekarang sepanjang 2021,” tutur Tom Essaye, pendiri Sevens Report, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Data ADP mencatat ada 517.000 penyerapan tenaga kerja baru di sektor swasta, atau menjadi yang terbaik sejak September 2020. Angka tersebut melonjak dari posisi Februari yang berada di angka 176.000 meski sedikit di bawah estimasi Dow Jones sebesar 525.000.

Data resmi tenaga kerja Maret bakal dirilis pada Jumat, di mana ekonom dalam survei Dow Jones memperkirakan ada tambahan 630.000 pos kerja baru pada Maret, dan angka pengangguran anjlok menjadi 6% dari sebelumnya 6,2%.

READ  Dow Jones Dibuka Naik, Nasdaq Terseret Koreksi Saham IT

Sepanjang bulan berjalan, indeks Dow dan S&P 500 naik masing-masing sebesar 6,9% dan 3.9%, berpeluang mencetak reli bulanan yang keempat. Sepanjang kuartal, keduanya juga terhitung melesat sebesar 8% dan 5,4%. Nasdaq berkinerja sebaliknya dengan koreksi sebesar 1,1% sepanjang bulan ini, meski secara kuartalan masih terhitung naik 1,2%.

Saham ViacomCBS dan Discovery mengurangi deraan koreksi yang menimpanya, setelah Archegos Capital Management dipaksa menjual posisinya di saham media. Koreksi beberapa saham bank yang terimbas jual paksa (forced sell) pengelola dana tersebut juga berkurang.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Tak Jadi Lawan Holyfield, Mike Tyson Jilat Ludah Sendiri

Read Next

Bawakan lagu karya Idang Rasjidi, Marsha rilis album “Hanya Ilusi”

Tinggalkan Balasan