Belum Banyak yang Tahu, Ternyata Mobil Balap F1 Pernah Pakai Sasis Kayu

Asaljeplak.my.id –Balap Formula 1 (F1)memang selalu menghadirkan teknologi termutakhir dan canggih. Tak pelak, banyak pecinta balap roda empat tertarik untuk terus menontonnya.

Beberapa teknologi modern yang ada di mobil F1 ini kadang bisa diaplikasikan ke mobil-mobil masa depan.

Namun ada juga teknologi yang tidak bisa dipakai pada mobil masa depan. Seperti ide sebuah teknologi sasis menggunakann bahan kayu.

Dilansir dari speedweek, sebelumnya pernah ada yang mencetuskan kalau sasis mobil F1 bisa menggunakan bahan plywood atau kayu lapis.

Baca Juga:
Suzuki Garap Pembaruan Hayabusa, Bagian Ini Mirip Yamaha YZF-R1

Ide ini dicetuskan oleh pria Inggris, Frank Costin, nama yang cukup dikenal di F1 pada zamannya, pernah bersama tim Vanwall GP Racing Team yang aktif pada periode 1950-an, juga tim Lotus Eleven.

Frank Costing yang paham di bidang ilmu aeronautika berusaha mengembangkan bodi mobil F1 dari plastik yang ringan pada 1967.

Sasis kayu untuk mobil F1 (proboards.com)Sasis kayu untuk mobil F1 (proboards.com)

Inovasi yang kedua agak kurang jelas, yakni rangka yang dibuat dari plywood dengan proyek bernama Protos Stood.

Keunggulan adanya sasis kayu ini salah satunya berat yang cukup ringan. Tak cuma itu saja, sasis ini mampu meredam getaran saat mobil berjalan.

Namun inovasi ini tidak bisa berlanjut lantaran permasalahan soal keamanan pembalap. Risiko sasis hancur cukup besar jika terjadi crash parah dalam kecepatan tinggi.

Baca Juga:
Virus Corona Wuhan Datang, Seri Formula 1 China Batal Digelar?

Pernah ada kasus dimana seorang pembalap bernama Pedro Rodriguez pada balap F2 mengalami cedera parah. Mobil yang dikendarai hancur berkeping-keping, tinggal menyisakan setir dan mesin saja.

Akhirnya inovasi sasis berbahan kayu ini pun mulai ditinggalkan pada 1986.

READ  Otavio Dutra: Latihan pekan pertama Persija berjalan baik

Berita ini telah terbit pertama kali di SUARA

admin

Read Previous

Peretas SolarWinds tembus kode program Microsoft

Read Next

2020, Rupiah Runner Up Terburuk di Asia, Yuan Jadi Juaranya!

Tinggalkan Balasan