Belanja Perpajakan Tahun 2019 Capai Rp 257 Triliun

Asaljeplak.my.id –Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan melaporkan publikasi terkait laporan belanja perpajakan untuk tahun 2019. Hasilnya sepanjang tahun tersebut pemerintah mencatat nilai belanja perpajakan tahun 2019 diestimasi mencapai Rp 257,2 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Febrio Kacaribu mengatakan publikasi tahun ini merupakan wujud kontinuitas transparansi fiskal serta akuntabilitas pemerintah kepada publik terkait kebijakan insentif perpajakan.

“Laporan ini berisi estimasi atas jumlah dukungan Pemerintah dalam bentuk insentif perpajakan yang diberikan kepada masyarakat dan dunia usaha di tahun 2019,” kata Febrio dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (1/1/2020).

Dalam laporan tersebut nilai belanja perpajakan tahun 2019 diestimasi mencapai Rp 257,2 triliun, atau sekitar 1,62 persen dari Produk
Domestik Bruto (PDB).

Baca Juga:
Kepala BKF Prediksi Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Membaik

Jumlah ini meningkat sebesar 14,24 persen dari nilai belanja perpajakan tahun 2018 sebesar Rp225,2 triliun, atau sekitar 1,52 persen dari PDB.

Berdasarkan jenis pajak, bagian terbesar belanja perpajakan pada tahun 2019 berasal dari PPN dan PPnBM yaitu sebesar Rp166,9 triliun atau 64,9 persen dari total estimasi belanja perpajakan.

Sebagian besar belanja perpajakan PPN dan PPnBM ini terkait dengan upaya pengurangan beban pajak pengusaha kecil. Sedangkan berdasarkan penerimanya, belanja perpajakan dimanfaatkan oleh dunia usaha (50,9 persen) dan rumah tangga (49,1 persen).

Belanja perpajakan juga diklasifikasikan berdasarkan tujuan dan fungsi.

Berdasarkan tujuannya, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mengembangkan UMKM adalah peruntukan terbesar belanja perpajakan 2019 dengan nilai masing-masing sebesar Rp142,4 triliun dan Rp64,7 triliun.

Baca Juga:
Supaya Manjur, Program PEN Dievaluasi Tim Independen

Nilai yang cukup besar untuk tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat berupa pengecualian barang kebutuhan pokok, jasa angkutan umum, serta jasa pendidikan dan kesehatan
dari pajak (PPN dan PPnBM).

  • «
  • 1
  • 2
  • »
    READ  Insinyur Sekaligus Desainer Ini Rancang Kembali Perangkat iMac Versi Mini

    Berita ini telah terbit pertama kali di SUARA

    admin

    Read Previous

    Gravitas, SUV termewah Tata Motors diungkap bulan ini

    Read Next

    BEM Nusantara dukung langkah pemerintah bubarkan FPI

    Tinggalkan Balasan