• September 20, 2020

8 Tahun Operasi, Gerai ACES di Kuningan City Ditutup!

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten peritel perkakas rumah tangga, PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACE) menutup salah satu gerai di Kuningan City, Jakarta, dengan alasan masa sewa telah berakhir dan tidak dilakukan perpanjangan.

Penutupan tersebut dilalukan pada 2 Agustus 2020 setelah dibuka pertama kali pada 3 Mei 2012 atau 8 tahun operasi.

“Kami sampaikan pada 2 Agustus, salah satu gerai Ace Hardware ditutup karena sewa berakhir, gerai tersebut dibuka pada 3 Mei 2012 dengan luas sekitar 1.200 meter persegi,” kata Sekretaris Perusahaan ACES Helen Tanzil, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (7/9/2020).

Surat Helen tertanggal 26 Agustus 2020 tetapi dipublikasikan di BEI pada keterbukaan informasi tertanggal 7 September 2020. Hanya saja tidak dijelaskan secara rinci apakah terjadi penurunan penjualan di gerai tersebut atau mencari potensi gerai di lokasi lainnya.

Dalam keterbukaan informasi sebelumnya terkait dengan dampak pandemi, perseroan mengungkapkan akan menjalankan strategi mengintensifkan penjualan secara daring (online) dan mMempromosikan produk-produk yang erat hubungannya dengan pandemic Covid-19.

Adapun terkait dengan seberapa besar perkiraan perubahan total pendapatan (konsolidasi) untuk periode tahun 2020 (dapat menggunakan proforma) dibandingkan periode yang sama di tahun 2019, ACES memprediksi terjadi penurunan sekitar 25% juga proyeksi laba bersih konsolidasi 2020 turun sekitar 25%.

Laporan keuangan Juni 2020 menunjukkan, penjualan ACES turun menjadi Rp 3,59 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 3,89 triliun. Adapun penjualan bersih juga turun 7,8% menjadi Rp 3,65 triliun dari periode yang sama tahun 2019 yakni Rp 3,96 triliun.

Laba bersih turun 24% menjadi Rp 360,16 miliar dari sebelumnya Rp 472,86 miliar.

Prabowo Widyakrisnadi, Presiden Direktur ACES, dalam paparan kinerja 5 Agustus lalu, mengungkapkan perseroan berencana membuka gerai baru.

Untuk persiapan gerai harus dilakukan beberapa bulan sebelumnya, terutama untuk rekrutmen staf dan order produk. Jadi gerai yang dibuka di 1H20 [semester I] memang sudah direncanakan sejak akhir tahun lalu atau awal tahun ini. Untuk 2H20 [semester 2], kemungkinan masih ada 3 gerai yang akan dibuka, namun hal ini dilakukan secara selektif dan berhati-hati, serta mengutamakan daerah yang belum memiliki gerai Ace sebelumnya,” katanya.

READ  Blokir IMEI, konsumen disarankan beli ponsel resmi di Indonesia

“Belanja modal yang dikeluarkan adalah sekitar Rp 90 miliar, terutama untuk pembukaan gerai baru, dan dananya diperoleh dari internal.  Saat ini situasi sangat sulit diprediksi, sementara traffic juga belum kembali normal,” katanya.

Dia mengatakan, diperkirakan skenario terbaik adalah pertumbuhan penjualan flat.

“Bagaimana kami mencapai itu, yaitu salah satunya dengan melakukan inovasi terkait produk yang dibutuhkan pelanggan saat ini, misalnya produk yang ada hubungan dengan kesehatan. Kami juga memiliki inisiatif untuk lebih banyak menggunakan digital marketing. Secara internal juga kami berusaha menjaga motivasi karyawan.” 

Perseroan memiliki 206 gerai, tersebar di 49 kota di Indonesia, data per 27 Juli 2020.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)

Berita ini telah terbit pertama kali di CNBC

admin

Read Previous

Seri Kandang Berujung Bencana bagi Ferrari, Vettel: Untung Monza Kosong

Read Next

“Falcon Script Hunt” jaring bakat baru penulis skenario film

Tinggalkan Balasan